PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) di Pontianak mendukung upaya peningkatan literasi mengenai jaminan ketenagakerjaan. Program kali ini fokus kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang merupakan anggota Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) di Kalimantan Barat. Kepala BPJamsostek Pontianak, Ryan Gustaviana, menyatakan bahwa kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait jaminan sosial di sektor ketenagakerjaan bagi ekosistem BPR. Dengan demikian, diharapkan tingkat kepesertaan dan perlindungan bagi para nasabah dapat lebih optimal. Ryan menjelaskan bahwa nasabah BPR, yang meliputi pekerja informal atau yang tidak menerima upah (*Bukan Penerima Upah*, BPU), dapat dilindungi oleh setidaknya dua program BPJamsostek. Program tersebut meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Nasabah juga memiliki opsi untuk mengikuti program tambahan, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT). "Melalui kedua program tersebut, dengan iuran yang hanya sebesar Rp16.800 per bulan, diharapkan nasabah dapat melanjutkan kewajiban angsuran di BPR secara lancar tanpa terganggu, meskipun mereka menghadapi risiko terkait pekerjaan," jelas Ryan. Lebih lanjut, Ryan menambahkan bahwa jika nasabah BPR yang juga merupakan peserta BPJamsostek mengalami kecelakaan kerja, maka semua biaya perawatan medis akan ditanggung oleh BPJamsostek. Selain itu, jika terjadi kematian, para ahli waris akan menerima santunan minimal sebesar Rp42 juta. Ryan menekankan bahwa perlindungan tersebut merupakan representasi dari komitmen pemerintah untuk hadir melalui BPJamsostek, guna memberikan manfaat kepada seluruh pekerja, terutama di daerah Kalimantan Barat. Ia juga memberikan informasi bahwa BPR dapat mendaftar untuk kategori BPJamsostek sebagai Penerima Upah (PU) dengan batas maksimum lima orang tenaga kerja. "Harapan kami adalah dengan adanya literasi mengenai jaminan sosial ini, nasabah dapat lebih memahami risiko kecelakaan kerja atau kematian, tanpa mengganggu kolektibilitas kredit yang berjalan," pungkas Ryan. ANTARA