JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito mengungkapkan bahwa lembaganya saat ini tengah dalam proses penyusunan Indeks Kepatuhan Etik Penyelenggara Pemilu (IKEPP). Proyek ini bertujuan untuk melakukan pemetaan secara kuantitatif serta kualitatif terhadap sejauh mana kepatuhan penyelenggara pemilu terhadap kode etik yang berlaku. Heddy menjelaskan bahwa DKPP merencanakan untuk meluncurkan IKEPP pada tanggal 24 Oktober 2024. Sejak tahun 2020, DKPP telah mengembangkan instrumen ini sebagai upaya untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP). Melalui IKEPP, DKPP berharap dapat mendeteksi dan mengidentifikasi kerentanan yang mungkin memicu pelanggaran KEPP oleh penyelenggara pemilu di berbagai daerah di Indonesia. Persoalan etik saat ini menjadi fokus perhatian banyak pihak. Hal tersebut tidak hanya terkait dengan Kode Etik Penyelenggara Pemilu, tetapi juga menyangkut etik dalam bernegara dan berbangsa, yang merupakan isu penting di tengah masyarakat, demikian penjelasan Heddy. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Sam Ratulangi di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada hari Selasa, 8 Oktober. Dalam momen tersebut, Heddy menegaskan bahwa DKPP tetap terbuka terhadap masukan dan saran dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi. Hal ini diharapkan dapat lebih memperkuat penegakan Kode Etik Penyelenggara Pemilu. Salah satu upaya keterbukaan yang dilakukan oleh DKPP adalah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai institusi pendidikan, termasuk Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Bagi Heddy, kolaborasi dengan Unsrat bukanlah hal baru, mengingat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unsrat, Dr. Ferry Liando, telah berperan sebagai salah satu anggota tim ahli dalam penyusunan IKEPP. Menurut Heddy, kerjasama dengan Unsrat pada dasarnya merupakan langkah formalitas, karena DKPP sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan Unsrat dan melibatkan para akademisi dari kampus tersebut dalam beragam kajian yang dilaksanakan oleh DKPP. ANTARA