JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Indonesia baru-baru ini meluncurkan Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (MTN) untuk periode 2024-2045. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam mengembangkan dan memberi wadah bagi talenta-talenta terbaik di tanah air agar dapat berkarir dan berkarya secara maksimal. Peluncuran desain tersebut diatur berdasarkan Keputusan Presiden No. 21 Tahun 2021, yang membentuk Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional. Selain itu, Peraturan Presiden No. 108 Tahun 2024 juga memberikan kerangka kerja untuk perencanaan jangka panjang yang merinci kebijakan, strategi, dan fokus dalam pengembangan talenta nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menjelaskan bahwa *Manajemen Talenta Nasional* berfungsi sebagai platform yang mengumpulkan anak-anak Indonesia dengan kemampuan unggul di tiga bidang utama. Pertama adalah riset dan inovasi, kedua olahraga, dan ketiga seni dan budaya. Ketiga bidang ini diharapkan dapat saling mendukung dan memberikan kontribusi untuk kemajuan negara. Dalam desain besar ini, pemerintah menetapkan tiga bidang talenta yang menjadi prioritas utama. Bidang pertama yaitu riset dan inovasi yang berada di bawah pengelolaan Badan Riset Nasional (BRIN). Kedua adalah seni dan budaya yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dan terakhir, bidang olahraga yang berada di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Peran Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai koordinator untuk Manajemen Talenta Nasional secara keseluruhan sangat penting dalam inisiatif ini. Moeldoko menambahkan bahwa dengan adanya desain ini, pemerintah dapat memiliki basis data terpadu mengenai para talenta di ketiga bidang prioritas tersebut. “Dengan adanya data tersebut, kami bisa menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk memberi dukungan. Negara hadir untuk membantu, mulai dari *assistance* hingga dukungan penuh bagi mereka yang memiliki potensi, termasuk peningkatan riset yang diperlukan,” ungkap Moeldoko. Selain itu, pemerintah juga telah membentuk Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional yang langsung bertanggung jawab kepada presiden. Gugus tugas ini berperan dalam mengkoordinasikan, mengevaluasi, dan melaporkan perkembangan terkait penyelenggaraan Manajemen Talenta Nasional. Anggota tim ini terdiri dari menteri serta kepala lembaga yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia. Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan delapan skema untuk memastikan talenta di bidang riset dan inovasi dapat berkontribusi di Indonesia. Ia menyebutkan, pemerintah kini dapat menyediakan hingga 500 posisi di bidang riset untuk akademisi di tingkat pascasarjana setiap tahunnya. “Mulai tahun ini, kami juga akan membuka peluang bagi profesor yang masih berada di luar negeri untuk kembali dan menjalani peran yang sama di Indonesia. Ini merupakan suatu inovasi yang belum pernah ada sebelumnya,” jelas Laksana. Dengan inisiatif ini, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih baik bagi pengembangan talenta di berbagai sektor yang mendukung kemajuan Indonesia ke arah yang lebih baik. ANTARA