JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, TNI Angkatan Laut berkomitmen untuk mengikutsertakan sejumlah orang asli Papua (OAP), terutama pelajar, dalam misi pelayaran diplomasi yang akan berlangsung di empat negara di kawasan Pasifik Selatan. Misi ini dijadwalkan berlangsung dari 9 hingga 25 Oktober 2024. Kepala Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, bersama Panglima Koarmada III, Laksamana Muda TNI Hersan, telah melepas keberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Port Visit Pasifik, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991. Misi muhibah dan diplomasi ini mencakup kunjungan ke Fiji, Solomon, Vanuatu, dan Papua Nugini dengan total durasi berlayar dari Jakarta hingga kembali ke Sorong, Papua Barat Daya, selama 48 hari. Dalam pernyataannya kepada media pada acara pelepasan satgas di Jakarta, Pangkoarmada RI menegaskan pentingnya menjalin komunikasi dan diplomasi dengan negara-negara di Pasifik Selatan, mengingat keterikatan kawasan tersebut dengan Papua. Ia menekankan bahwa meskipun terhubung dalam satu rumpun, setiap warga negara dari Indonesia dan empat negara di Pasifik tetap berpegang pada kedaulatan masing-masing negara. Denih menjelaskan bahwa setiap negara terikat oleh aturan internasional yang berlaku dan saling menghormati kedaulatan negara lain merupakan hal yang mutlak. Misi ini tidak hanya bertugas membangun saling percaya antar negara, tetapi juga sebagai langkah awal dalam mengeksplorasi peluang kerja sama antara TNI Angkatan Laut dan angkatan laut negara-negara yang dikunjungi. Dia menambahkan bahwa masalah yang sering muncul di wilayah tujuan, kemungkinan disebabkan oleh kurangnya pemahaman negara tersebut tentang Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan diri dan menjalin hubungan baik melalui kegiatan ini. Dalam rangka misi pelayaran ke empat negara di Pasifik Selatan, Satgas Port Visit Pasifik akan memberikan berbagai bentuk bantuan, termasuk paket obat-obatan, layanan kesehatan, dan bakti sosial yang akan mencakup perbaikan sarana ibadah. Selain itu, mereka juga berencana mengadakan pertemuan dengan pejabat angkatan laut setempat melalui *courtesy call*, menggelar resepsi di atas kapal, melakukan pertukaran budaya, serta melaksanakan kegiatan olahraga bersama. Pangkoarmada RI menambahkan, kegiatan olahraga bersama ini dirancang untuk interaksi yang lebih mendalam dengan masyarakat lokal atau angkatan bersenjata setempat, tergantung pada persiapan yang dilakukan melalui kedutaan besar Republik Indonesia di masing-masing negara tujuan. ANTARA