**Borneonews - Jakarta**, Direktur Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Raden Slamet Santoso, melaporkan bahwa pada periode Januari hingga September 2024, pelanggaran lalu lintas di Indonesia didominasi oleh pengendara kendaraan roda dua. Menurutnya, tren pelanggaran ini menunjukkan bahwa kendaraan roda dua mendominasi kategori pelanggaran yang terdata.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, pelanggaran paling banyak terjadi pada pengguna kendaraan roda dua. Ribuan pelanggaran tercatat, dengan rincian awal sebagai berikut: penggunaan kendaraan roda dua, diikuti oleh roda empat, mobil penumpang, dan terakhir, mobil barang angkutan. Dalam hal ini, Slamet menekankan bahwa sejumlah besar pelanggaran yang umum dilakukan oleh pengendara sepeda motor meliputi ketidakpatuhan terhadap penggunaan helm dan tidak membawa surat kendaraan yang sah.
Ia mengungkapkan bahwa pelanggaran yang paling sering terjadi yaitu tidak menggunakan helm, dengan total mencapai hampir 438 ribu pelanggaran di seluruh tanah air. Selain itu, pelanggaran lain yang juga sering ditemui meliputi tidak membawa surat-surat kendaraan, kelengkapan kendaraan seperti spion, pelanggaran terhadap marka rambu lalu lintas, serta tindakan melawan arus.
Sedangkan untuk pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna kendaraan roda empat, Slamet mencatat bahwa kebanyakan dari mereka sering tidak menggunakan sabuk pengaman. Untuk kategori ini, pelanggaran rata-rata mencapai sekitar 547 ribu peristiwa, dengan pelanggaran umum mencakup ketidakpatuhan terhadap marka rambu jalan, penggunaan sabuk keselamatan, kelengkapan surat-surat kendaraan, serta melawan arah.
Di kesempatan yang sama, Slamet juga menyampaikan angka kecelakaan yang terjadi di seluruh Indonesia selama tahun 2023. Data menunjukkan hampir 152 ribu kejadian kecelakaan dilaporkan, dengan jumlah korban meninggal mencapai hampir 18.357 orang. Selain itu, ada 11.689 kejadian yang menyebabkan luka berat dan 134.800 kejadian yang mengakibatkan luka ringan.
Angka-angka tersebut mencerminkan dampak signifikan dari pelanggaran lalu lintas terhadap keselamatan masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran dalam berlalu lintas. Hal ini penting agar Indonesia dapat menunjukkan kepada dunia bahwa lalu lintas di negara ini semakin tertib dan aman.
"S setiap kecelakaan biasanya diawali oleh pelanggaran. Oleh sebabnya, mari kita hindari melanggar, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, untuk meningkatkan kesadaran hukum dan budaya tertib berlalu lintas di Indonesia," tutupnya.
ANTARA
Pelanggaran Lalu Lintas Januari-September Didominasi Roda Dua
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Komentar (0)
Memuat komentar…







