**Borneonews - Agam**, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat telah memulai pembangunan tiga unit kandang komunal di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Inisiatif ini bertujuan untuk melindungi ternak milik warga dari ancaman serangan harimau sumatera (*Panthera tigris sumatrae*).
Selaku Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau, Rusdiyan P Ritonga, menyatakan bahwa ketiga kandang tersebut berlokasi di Marambuang, Nagari Baringin, Sipinang Nagari Tigo Koto Sipinang, dan Tantaman Nagari Ampek Koto Palembayan. Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan kandang komunal ini telah dimulai tahun ini dan masih dalam tahap pengerjaan.
Kandang yang dibangun di Marambuang dirancang dengan ukuran 6x25 meter, direncanakan dapat menampung 12 ekor kerbau milik empat peternak. Sementara itu, kandang yang ada di Sipinang akan memiliki ukuran lebih besar, yaitu 7,5x20 meter, untuk 27 ekor kerbau yang dimiliki oleh 18 pemilik ternak. Untuk lokasi Tantaman, pembangunan akan dilaksanakan setelah melakukan koordinasi dan kesiapan masyarakat setempat.
Ditambahkan pula oleh Rusdiyan, pembangunan kandang ini dikerjakan secara swakelola oleh para pemilik ternak. Semua bahan yang digunakan, seperti kawat berduri, semen, dan atap seng, disuplai melalui dukungan dari Program Yayasan Sintas Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan kandang komunal ini merupakan respon terhadap konflik antara harimau sumatera dengan manusia yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir. Konflik tersebut menyebabkan banyak ternak warga mengalami luka-luka dan bahkan mati. Dalam konteks ini, kandang komunal berperan sebagai *tiger proof enclosure* atau kandang antiserangan harimau, yang dilengkapi dengan kawat berduri setinggi tiga meter. Dengan demikian, harimau akan mengalami kesulitan untuk memasuki area kandang, sehingga ternak dapat terlindungi dari serangan satwa liar.
"Kandang komunal ini adalah langkah mitigasi untuk menyelamatkan ternak dari ancaman satwa liar, khususnya harimau sumatera," tambah Rusdiyan.
Dalam kesempatan yang sama, Tengku Lidra dari Biodiversity Team Yayasan Sintas Indonesia menyampaikan bahwa proyek ini merupakan program kedua yang mereka laksanakan di Kecamatan Palembayan. Sebelumnya, program pertama telah berhasil membangun satu unit kandang komunal di Maua Hilia, Nagari Salareh Aia pada tahun 2023. Dengan demikian, total kandang komunal yang telah dibangun berjumlah empat unit, hasil kerjasama dengan Yayasan Sintas Indonesia.
ANTARA
BKSDA Sumbar Bangun Kandang Komunal Lindungi Ternak Warga dari Harimau
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







