JAKARTA –
**Borneonews - [Ankara]**, Operasi militer yang dilakukan oleh Israel di bagian utara Gaza telah menyebabkan sekitar 400.000 warga Palestina terjebak di wilayah tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Philippe Lazzarini, Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (*UNRWA*), dalam sebuah unggahan yang dibuatnya. Serangan terbaru oleh tentara Israel dimulai pada hari Minggu, 6 Oktober. Pihak Israel mengklaim bahwa operasi ini bertujuan untuk menghambat kebangkitan kembali kekuatan kelompok Hamas di wilayah tersebut. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa situasi semakin memprihatinkan. Saksi mata di lokasi melaporkan bahwa banyak jasad korban terlihat berserakan di jalan-jalan kamp pengungsi Jabalia. Selain itu, pasukan Israel menghalangi tim medis untuk memberikan bantuan ke area yang terkena dampak. Lazzarini menyatakan, "Setidaknya 400.000 orang terperangkap di daerah tersebut," merujuk pada keadaan darurat yang semakin memburuk. Lebih lanjut, Lazzarini menegaskan bahwa perintah evakuasi terbaru dari Israel telah membuat warga Palestina terpaksa terus mengungsi, khususnya dari Kamp Jabalia. "Banyak yang memilih untuk tidak pergi karena mereka menyadari bahwa tidak ada tempat yang aman di Gaza," tambahnya. Kepala *UNRWA* itu juga mengungkapkan keprihatinan mengenai krisis kemanusiaan yang semakin parah di wilayah utara Gaza, di mana persediaan dasar hampir habis. "Kelaparan mulai meluas dan keadaan semakin kritis," ungkapnya. Selain itu, beberapa tempat perlindungan dan layanan yang dikelola oleh *UNRWA* terpaksa ditutup, yang merupakan kali pertama terjadi sejak konflik berlangsung. Lazzarini memberi peringatan bahwa serangan yang sedang berlangsung dapat mengganggu pelaksanaan tahap kedua kampanye vaksinasi polio untuk anak-anak di Gaza utara. Ia mengungkapkan, "Anak-anak adalah yang paling terdampak dalam situasi ini. Mereka layak mendapatkan yang lebih baik, mereka berhak mendapatkan gencatan senjata secepatnya, dan mereka berhak memiliki masa depan." Perlu dicatat, tahap pertama kampanye vaksinasi polio untuk anak-anak di seluruh Jalur Gaza telah selesai pada 15 September. Israel, yang terus melanjutkan serangannya di Jalur Gaza, melakukan tindakan tersebut meskipun ada resolusi dari Dewan Keamanan PBB yang menyerukan perlunya gencatan senjata segera. Data dari otoritas kesehatan setempat menyebutkan, sekitar 42.000 orang, mayoritas adalah wanita dan anak-anak, telah menjadi korban jiwa, sementara lebih dari 97.300 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, serangan Israel juga telah memaksa hampir seluruh penduduk Jalur Gaza mengungsi, sementara blokade yang berkepanjangan menyulitkan pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Saat ini, Israel tengah menghadapi gugatan genosida di Pengadilan Internasional terkait tindakan yang dilakukan di Gaza. ANTARA