JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Dewan Pembina Persatuan Becak Listrik Indonesia (PBLI), Jenderal TNI (Purn) Wiranto, memberikan ulasan positif mengenai inisiatif yang diusulkan oleh presiden terpilih, Prabowo Subianto, terkait pengembangan becak listrik. Menurutnya, langkah ini dapat menjadi faktor yang signifikan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat serta mendukung pariwisata yang berkelanjutan. Wiranto menegaskan, "Program pengadaan becak listrik ini sangat bermanfaat, apalagi ini digagas langsung oleh Pak Prabowo. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya untuk ekonomi masyarakat kecil, tetapi juga menyentuh aspek *green energy* serta pariwisata." Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan pengurus PBLI di Jakarta. Pengembangan becak listrik sebagai bentuk inovasi dalam transportasi ramah lingkungan ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia. Melalui organisasi yang dipimpin oleh PBLI, gerakan ini memiliki visi untuk mengurangi polusi serta kemacetan yang saat ini menjadi masalah krusial di berbagai kota besar. Becak listrik, yang dihasilkan di Kota Bandung dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70 persen, diharapkan bisa tersebar luas di seluruh penjuru Indonesia, memberikan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat di berbagai daerah. Kendaraan ini dilengkapi dengan fitur-fitur seperti *throttle* gas, kunci kontak, *canopy*, dan *double* sadel demi meningkatkan kenyamanan penumpang saat bepergian. Ketua PBLI, Mayor Jenderal TNI (Purn) Glenny Kairupan, menekankan bahwa pengenalan becak listrik merupakan langkah signifikan dalam mengatasi masalah transportasi di kawasan perkotaan. "Selain mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, program ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka," imbuh Glenny yang didampingi oleh sejumlah pengurus lainnya. Dalam kaitannya dengan sektor pariwisata, becak listrik menawarkan pengalaman unik bagi para wisatawan yang ingin menjelajahi lokasi-lokasi wisata dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan. Hadirnya becak listrik di berbagai destinasi pariwisata dapat meningkatkan daya tarik, menciptakan pengalaman yang menarik sekaligus menjaga lingkungan. Dengan langkah ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara inklusif dan berkesinambungan, tanpa mengabaikan upaya pelestarian lingkungan. Jika dilihat dari sejarah, becak pertama kali muncul di Jakarta, yang saat itu dikenal sebagai Batavia, sebelum menyebar ke Surabaya pada awal tahun 1940-an. Menurut laporan dari Jawa Shimbun yang diterbitkan pada 20 Januari 1943, becak diperkenalkan dari Makassar ke Batavia pada akhir tahun 1930-an. Pasca-perang, meskipun moda transportasi lain mulai berkembang, becak tetap bertahan dan menyebar ke hampir seluruh wilayah Indonesia. Pada pertengahan hingga akhir tahun 1950-an, tercatat bahwa Jakarta memiliki sekitar 25.000 hingga 30.000 becak, dengan puncak jumlahnya mencapai 160 ribu pada tahun 1966. Adapun susunan pengurus Persatuan Becak Listrik Indonesia adalah sebagai berikut: - Ketua Dewan Pembina: Jenderal TNI (Purn) Wiranto - Ketua PBLI: Mayor Jenderal TNI (Purn) Glenny Kairupan - Sekretaris Jenderal PBLI: Michael Umbas - Bendahara Umum PBLI: Anton Ramli Berikut adalah spesifikasi dari becak listrik yang dikembangkan: *Versi 1:* - Dinamo Tenaga/Motor: BLDC - Baterai: SLA 12.000 mAh - Tegangan: 48 Volt - Kecepatan Maksimum: 15 KM/Jam - Pengisian Baterai: 6 Jam - Jarak Tempuh Full Listrik: 60 KM - Jarak Tempuh Hybrid: 80 KM - Berat Becak: 120 KG - Berat Maksimum Penumpang: 200 KG - Dimensi: 2m x 1m x 1,5m - Rem: Tromol - Kemiringan Tanjakan Maksimum: 10 Derajat - Layar: LCD *Versi 2:* - Motor: 1000 Watt - Baterai: SLA 15.000 mAh - Tegangan: 48 Volt - Kecepatan Maksimum: 22 KM/Jam - Pengisian Baterai: 7 Jam - Jarak Tempuh Full Listrik: 60 KM - Jarak Tempuh Hybrid: 100 KM - Berat Becak: 100 KG - Berat Maksimum Penumpang: 200 KG - Dimensi: 1,8m x 0,9m x 1,5m - Rem: Cakram - Kemiringan Tanjakan Maksimum: 15 Derajat - Layar: LCD + Speedometer ANTARA