BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mencanangkan tidak tergantung pada suplai beras dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan beras di daerah yang berjuluk Bumi Habaring Hurung tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim I Made Dikantara mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat Kotim, pemerintah masih mengandalkan suplai dari darah lain seperti Jawa, dan Kalimantan Selatan.

“Hasil pertanian saat ini sudah sangat melimpah. Kalau tahun ini kita bisa swasembada beras, otomatis tidak bergantung lagi dengan beras luar karena hasil petani Kotim tercukupi untuk kebutuhan masyarakat Kotim,” kata Made, Rabu (24/8/2016).

Dari data DP3KP Kotim, pada tahun lalu luas tanam padi Kotawaringin Timur mencapai 23.000 hektare dan masih kekurangan sekitar 4.500 ton beras. Tahun ini luas tanam sudah mencapai 25.000 hektare dan diperkirakan mencapai 26.000 hektare sehingga diyakini akan mampu swasembada beras.

Made mengatakan, kawasan pertanian di Kotawaringin Timur terdapat di setiap kecamatan yang meliputi 17 kecamatan, namun sentra beras berada di kawasan selatan yaitu Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan sebagian wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kotabesi.

Potensi pengembangan sektor pertanian masih sangat luas karena areal sawah yang dicadangkan di seluruh kecamatan mencapai 79.227.684 hektare.

“Saya optimis, tahun depan kita targetkan dengan melihat pola yang kita bangun sekarang sudah memberikan suatu dampak besar. Sekarang yang ingin dibangun hilangkanlah ketergantungan dengan beras luar. Mari kita budayakan konsumsi beras local,” katanya.

Bahkan beberapa waktu lalu Supian Hadi sudah menandatangi surat himbauan kepada semua perusahaan besar swasta dan pegawai negeri sipil (PNS) di Kotim untuk mengkonsumsi beras lokal.

Sebagaimana diketahui, pemerintahan Kotim di bawah kepemimpinan Bupati Supian Hadi dan Wakil Bupati M Taufiq Mukri menjadikan pertanian sebagai salah satu program prioritas pembangunan.

Selain swasembada beras dan kedaulatan pangan, target utama yang dikejar adalah peningkatan kesejahteraan para petani dan masyarakat secara luas sehingga bisa turut menopang laju perekonomian daerah. (RAFIUDIN/m)