**Borneonews - Kota Probolinggo**, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo telah melaksanakan sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula yang terdiri dari siswa SMA, SMK, dan MA serta para alumni Paskibraka. Acara ini berlangsung di Ruang Puri Manggala Bhakti, kantor Wali Kota Probolinggo, pada hari Rabu.
Pada kesempatan ini, Penjabat Wali Kota Probolinggo, M. Taufik Kurniawan, memberikan sambutan pembuka, di mana ia menekankan pentingnya peran pemilih pemula. "Dalam pemilihan yang akan berlangsung pada 27 November 2024, kita akan memilih gubernur-wakil gubernur dan wali kota-wakil wali kota. Saya berharap para peserta dapat menjadi *influencer* di lingkungan mereka, mengajak teman-teman untuk berpartisipasi dalam kesuksesan pilkada," ujarnya.
Tahun 2024 akan menjadi tahun yang penuh dinamika politik, mengingat akan ada dua perhelatan demokrasi yang berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia. Selain pemilu yang dilangsungkan pada 14 Februari untuk memilih presiden-wakil presiden serta anggota DPR, DPRD provinsi, dan kabupaten/kota, juga akan ada pilkada pada 27 November mendatang.
Lebih lanjut, M. Taufik Kurniawan mengingatkan agar masyarakat menjaga stabilitas dan keamanan di Kota Probolinggo. "Mari kita hindari sikap provokatif yang dapat memecah belah, jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu yang merugikan," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa para generasi muda perlu mendapatkan pengetahuan yang cukup mengenai politik. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah melalui pendidikan politik yang dapat memberikan edukasi tentang pentingnya keterlibatan dalam proses demokrasi. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, pemuda diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam perhelatan demokrasi yang berlangsung.
Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, M. Son Hadji, menyatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemilu dan pilkada. "Kami ingin agar masyarakat memahami nilai-nilai Pancasila dan mengaktualisasikannya dalam pelaksanaan pilkada, sehingga dapat menciptakan agen perubahan dalam kehidupan berdemokrasi," ujarnya.
Son Hadji juga berharap agar para peserta dapat berperan aktif dalam mendorong kesuksesan pilkada dengan meningkatkan partisipasi politik. Ia berharap, peserta sosialisasi dapat menyalurkan hak pilih mereka dan mengajak teman-teman untuk ikut berpartisipasi, sehingga jumlah pemilih di Kota Probolinggo meningkat.
Salah satu peserta dari SMKN 1 Probolinggo, Dwi Islamia Putri, menilai kegiatan ini sangat berguna, khususnya untuk membangun pemahaman kritis di kalangan generasi muda. "Sebagian besar pemilih pemula adalah remaja yang baru menjalani proses pilihan, dan mereka belum sepenuhnya memahami mekanisme politik, sistem pemilihan, serta hak dan tanggung jawab sebagai warga negara," jelasnya.
Menurut Dwi, penting bagi pemilih pemula untuk mendapatkan wawasan tentang cara mencoblos dengan benar, menjaga kerahasiaan hak pilih, serta menghindari praktik politik uang. Oleh karena itu, ia menilai sosialisasi tersebut sangat bermanfaat untuk pendidikan politik masyarakat.
ANTARA
Pendidikan Politik Pemilih Pemula di Probolinggo Jelang Pilkada
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







