JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Minister Perindustrian RI pada periode 2014-2016, Saleh Husin, baru-baru ini meluncurkan sebuah buku berjudul *Hilirisasi Sawit Cegah Middle Income Trap*. Dalam buku tersebut, ia menekankan pentingnya hilirisasi serta diversifikasi produk turunan kelapa sawit sebagai langkah strategis untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Saat peluncuran buku di Jakarta, Saleh Husin mengungkapkan bahwa kelapa sawit adalah salah satu komoditas unggulan yang dimiliki oleh Indonesia. Nilai ekspor dari produk ini dapat mencapai angka hingga 30 miliar dolar AS, yang menunjukkan potensi besar untuk menguasai pasar internasional. "Tidak ada satu pun produk dari Indonesia yang menembus pasar dunia seperti sawit," ujar Saleh Husin. Hasil hilirisasi kelapa sawit, menurutnya, berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Salah satu contohnya adalah penggunaan bahan bakar B35, yang berfungsi menekan pengeluaran negara hingga Rp161 triliun. Selain itu, ekosistem hilirisasi sawit berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi hingga 20 juta orang. Saleh juga menyoroti dampak positif lainnya dari hilirisasi kelapa sawit dalam konteks perubahan iklim. Ia menyatakan bahwa komoditas ini dapat mendukung pencapaian nol emisi karbon (*Net Zero Emissions*) dengan kemampuan melakukan dekarbonisasi hingga 35 juta ton CO2. Meskipun begitu, mantan menteri tersebut mencatat beberapa tantangan yang harus diperhatikan oleh para pengambil kebijakan untuk memaksimalkan pemanfaatan hilirisasi kelapa sawit. Ia menekankan bahwa meskipun produk kelapa sawit Indonesia mendominasi pasar dunia, penentuan harga masih tidak berada di tangan Indonesia. "Sayangnya, Indonesia memiliki dominasi di pasar dunia, tetapi harga ditentukan oleh pihak lain," tambahnya. Optimisasi dari sektor ini, menurut Saleh, perlu dilakukan melalui penguatan kolaborasi antara kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat menambah nilai produk turunan sawit Indonesia dan mendukung tercapainya pendapatan per kapita yang lebih tinggi. Peluncuran buku ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Indonesia, Jusuf Kalla, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. ANTARA