JAKARTA –
**Borneonews - Bogor**, Kepala Staf Angkatan Udara Indonesia, Marsekal Udara Mohamad Tonny Harjono, mengumumkan rencana untuk meresmikan Skuadron Pendidikan Siber di Bogor, Jawa Barat, pada hari Kamis (10 Oktober 2024). Dalam pernyataannya, Harjono mengundang wartawan untuk hadir dan meliput acara tersebut, menekankan pentingnya pembentukan skuadron ini. "Besok, saya akan meresmikan Skuadron Pendidikan Siber di Bogor. Di dalam skuadron ini, kami akan menghasilkan personil angkatan udara yang dilengkapi dengan kemampuan siber," ujarnya saat berbicara di Markas Angkatan Udara di Jakarta pada hari Rabu. Dalam penjelasannya, Harjono mengungkapkan bahwa pembentukan skuadron siber merupakan langkah strategis untuk memperkuat pertahanan siber Indonesia. Ini adalah bagian dari rencana strategis Angkatan Udara untuk dua dekade ke depan. Ia juga menambahkan bahwa pembentukan skuadron tersebut sejalan dengan tekad pemerintah pusat untuk mengembangkan Cyber Military Force sebagai salah satu cabang keempat dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menanggapi tantangan yang berkembang di era digital. "Fokus kami akan mulai dengan pendidikan untuk personil Angkatan Udara. Namun, ke depan, kami juga akan menerima personil dari angkatan lain, petugas kepolisian, bahkan pejabat dari institusi sipil," sambungnya. Marsekal Harjono menjelaskan bahwa skuadron siber ini akan mengembangkan kapasitas baik teori maupun teknis dari personil dalam menggunakan teknologi canggih. Ia optimis bahwa operasional skuadron ini akan meningkatkan kemampuan Angkatan Udara dalam melindungi Indonesia dari berbagai ancaman siber yang semakin kompleks. Sebelumnya, pada tanggal 23 September, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto, memastikan bahwa Presiden Joko Widodo telah memerintahkan pembentukan pasukan siber sebagai bagian dari upaya untuk memperluas cakupan keahlian TNI. "Cabang siber ini sedang dipersiapkan untuk menghadapi serangan dari luar, termasuk dari aktor non-negara. Dalam pertempuran modern hari ini, fokus utama kita adalah pada perang siber," tuturnya di Jakarta. Tjahjanto menambahkan bahwa calon presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang juga merupakan mantan petugas TNI, akan memberikan perhatian khusus terhadap pembentukan pasukan siber setelah dilantik pada tanggal 20 Oktober mendatang. ANTARA