PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyoroti pentingnya digitalisasi dan inklusi keuangan dalam upaya memperkuat perekonomian Kalimantan Tengah.

Dalam acara pengukuhan Yuliansah Andrias sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia atau KPwBI Provinsi Kalteng baru-baru ini, Filianingsih menekankan bahwa Bank Indonesia berkomitmen untuk mempercepat transformasi digital di sektor keuangan daerah.

"Implementasi QRIS dan BIFAST adalah langkah strategis untuk mempercepat inklusi keuangan dan memudahkan transaksi digital bagi masyarakat Kalimantan Tengah," ujar Filianingsih.

Hingga September 2024, jumlah transaksi pedagang QRIS telah mencapai lebih dari 30 ribu merchant dan pengguna QRIS lebih dari 350 ribu. Selain itu, seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Tengah telah mendapatkan predikat ‘digital’ dalam pencapaian elektronifikasi wilayah IETPD.

Filianingsih juga menyoroti peran penting Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi melalui koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan atau GNPIP.

"Upaya ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalteng," tambahnya.

Selain itu, Bank Indonesia berfokus pada pengembangan ekonomi daerah melalui program UMKM Go Export dan mendorong hilirisasi di Kalimantan Tengah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional dan memperkuat perekonomian daerah.

Dengan berbagai inisiatif ini, Bank Indonesia berupaya untuk tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)