JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, memberikan dorongan kepada mahasiswa dan seluruh civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN). Ia mengajak mereka untuk tidak takut dalam membangun ide dan gagasan yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Hasto percaya bahwa gagasan inovatif yang muncul dari mahasiswa dapat menghasilkan solusi baru untuk menghadapi tantangan yang ada di dunia saat ini. Menurutnya, setiap perencanaan yang berlandaskan pemikiran kreatif akan memiliki peluang yang lebih besar untuk direalisasikan. Dalam penjelasannya, Hasto membagikan pengalaman tentang Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang mempunyai visi untuk menciptakan partai yang kuat dan berkelanjutan sejalan dengan sejarah bangsa Indonesia. Ia menceritakan bagaimana Megawati mendirikan sebuah *sekolah partai*, yang bertujuan untuk mendidik para kader dan calon pemimpin agar mereka memiliki kesadaran terhadap ideologi serta sejarah bangsa. "Melalui proses ini, kita akan membangun tekad untuk meningkatkan wawasan dan semangat juang. Semangat juang yang kita miliki haruslah menjadi api yang membara dalam diri kita, sehingga kita bisa berhadapan dengan berbagai tantangan yang ada," ungkap Hasto. Politisi yang berasal dari Yogyakarta itu juga mengingat perjuangan Presiden Soekarno, yang dikenal sebagai Bung Karno, dalam menentang pemerintahan kolonial Belanda. Hasto menegaskan bahwa meskipun Bung Karno mengalami penangkapan, semangat perjuangannya tidak pudar. Justru, api perjuangannya semakin berkobar, karena Indonesia merupakan negara yang pejuang dan pelopor kemerdekaan. Ia mencatat bahwa pada zaman penjajahan Belanda, tiga kader Partai Nasional Indonesia (PNI) ditangkap di Ciamis hanya karena memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ketika salah satu dari mereka dihadapkan pada hukuman gantung, ia menerima takdirnya dengan senyuman, meyakini bahwa Bung Karno akan menghantarkan rakyat ke jalan kemerdekaan. Mendengar kisah tersebut, Hasto merasa termotivasi dan mendapat semangat lebih untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk segala bentuk intimidasi. "Ini menjadi semangat bagi kita semua. Ketika saya merasa lelah dalam menjalankan tugas di partai, saya ingat untuk selalu tersenyum, mengingat bahwa intimidasi adalah hal yang harus kita hadapi, dan jika kita dididik oleh PDIP dan Bu Mega, tidak ada alasan untuk merasa takut. Bu Mega selalu menyebutkan bahwa ketakutan adalah ilusi," tegasnya. ANTARA