**Borneonews - Mataram**, Pedagang di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai menawarkan foto pigura dari pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Penjualan ini menjelang pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2024.
Made Subrata, seorang pedagang foto pigura di Mataram, menjelaskan bahwa ia mendapatkan foto-foto dalam pigura tersebut dari Surabaya, Jawa Timur. "Kami mengambil barang dari Surabaya untuk dijual di sini," ungkap Made saat berbincang di tokonya yang terletak di kawasan Cakranegara, Mataram.
Pria yang telah menjalankan usaha ini sejak tahun 1982 itu menyebutkan bahwa ia mulai menjual foto pigura presiden dan wakil presiden sejak era kepemimpinan Presiden ke-7, Susilo Bambang Yudhoyono.
Harga yang ditawarkan untuk foto pigura beragam berdasarkan ukuran. Foto pigura berukuran sedang dijual seharga Rp35.000, sementara yang berukuran besar dipatok Rp50.000. Untuk foto tanpa pigura, harga yang ditawarkan adalah Rp15.000.
Made juga menjelaskan bahwa penjualan foto pigura ini bersifat musiman, yang biasanya meningkat menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden, yang terjadi setiap lima tahun sekali. "Penjualan biasanya ramai saat menjelang pelantikan, terutama mendekati hari-H," tambahnya.
Prabowo-Gibran resmi terpilih sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2024-2029 melalui hasil pemilu yang dilaksanakan pada tahun 2024. Seiring dengan pelantikan yang akan berlangsung, foto-foto mereka diperkirakan akan mulai dipajang di berbagai instansi, termasuk gedung-gedung perkantoran dan sekolah-sekolah di seluruh wilayah.
ANTARA
Pedagang Mataram Jual Foto Pigura Prabowo-Gibran Jelang Pelantikan
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







