**Borneonews - Jakarta**, Komite Penyelamatan Darurat Medis (MER-C) Indonesia mengeluarkan seruan mendesak kepada masyarakat lokal maupun global agar segera menghentikan konflik yang terjadi di Gaza.
Ketua Presidium MER-C, Hadiki Habib, menekankan bahwa tidak diperlukan keahlian khusus untuk memahami bahwa peperangan ini harus diakhiri. Dia menyatakan saat konferensi pers di Jakarta bahwa konsekuensi dari keberlanjutan perang adalah meningkatnya jumlah korban sipil yang tidak seharusnya terjadi.
Lebih lanjut, MER-C menegaskan pentingnya perlindungan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza, Palestina, yang tidak seharusnya menjadi sasaran atau terganggu selama konflik berlangsung. Hadiki menekankan bahwa tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, bidan, dan paramedis yang berada di Gaza harus diberikan ruang untuk melakukan tugas profesional mereka tanpa adanya gangguan.
Selain itu, MER-C juga menyerukan pembebasan tenaga medis dan warga Palestina yang ditahan oleh pihak Israel dalam rangka serangan di wilayah tersebut. Hadiki menegaskan perlunya akses logistik kemanusiaan yang lebih luas untuk masyarakat sipil di Jalur Gaza, yang saat ini berada dalam kondisi terpinggirkan dan terisolasi.
Dalam seruan tersebut, Hadiki meminta komunitas internasional untuk bersama-sama menekan pihak-pihak yang terlibat agar mengakhiri apa yang dia sebut sebagai genosida yang sedang berlangsung di Gaza. Dia mengimbau agar eskalasi konflik dapat diminimalkan untuk menghindari terjadinya krisis kemanusiaan yang lebih parah.
Mengenai situasi terkini di Gaza, Hadiki menjelaskan bahwa tim MER-C telah berhasil memasuki wilayah Gaza utara untuk memberikan bantuan pelayanan kesehatan, terutama dalam menangani kasus trauma akibat serangan yang terjadi. Meskipun Rumah Sakit Indonesia di Gaza telah beroperasi, fungsinya belum sepenuhnya optimal dan saat ini tengah menangani banyak kasus trauma massal.
Dalam tiga hari terakhir, Hadiki menerima laporan dari relawan di Gaza utara mengenai serangan baru yang memaksa Tim MER-C untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman di Gaza tengah. Dia mengungkapkan rasa syukurnya bahwa saat ini terdapat empat anggota tim yang masih dalam keadaan sehat di Gaza, terdiri dari tiga orang logistik dan satu *liaison officer*.
ANTARA
Seruan MER-C Indonesia Hentikan Perang, Lindungi Kesehatan di Gaza
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mobil Oksigen Gratis Palangka Raya Layani 289 Pemanfaatan hingga 24 Oktober
Faktor Kelembapan Tinggi Picu Hujan di Palangka Raya Senin Dini Hari
Hotspot Kalteng Turun Selama 4 Hari Terakhir, Tapi Karhutla Harian Bertahan di Kisaran 58 Kejadian
PSI Barito Timur Turun ke Jalan, Bantu Warga Hadapi Kabut Asap Karhutla
Pemko Tidak Kewalahan Tangani Karhutla, Fokus Hadapi Kondisi di Lapangan
Penundaan TKA Kalteng jadi Kesempatan Perdalam Materi
Komentar (0)
Memuat komentar…







