BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bernama *Borneo Edu Solution*. Dalam inisiatif ini, PLN telah memberikan bantuan kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Baru di Banjarbaru, sebagai bentuk dari sinergi dengan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam bidang pendidikan. Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kalselteng, Sigit Fanani, mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu upaya PLN untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mendukung penyediaan ruang belajar yang inklusif. Dia menegaskan, "Kami ingin memastikan bahwa PLN tidak hanya fokus pada penyediaan listrik yang andal dan prima setiap hari, tetapi juga berperan aktif di masyarakat, termasuk dalam peningkatan mutu pendidikan." Sigit menambahkan bahwa partisipasi salah satu perusahaan BUMN dalam program ini membuktikan komitmen nyata dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang bermutu, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4. SDGs tersebut menekankan pentingnya menjamin pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi seluruh lapisan masyarakat. Lebih lanjut, Sigit juga mengapresiasi kolaborasi yang kuat antara PLN dan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mewujudkan program ini. "Terlaksananya kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama yang solid dengan Pemkot Banjarbaru. Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan," ujarnya. Dia berharap bahwa bantuan yang diberikan dapat meningkatkan kualitas serta kapasitas warga belajar di PKBM dan mencetak generasi penerus yang berkualitas untuk membantu pembangunan negeri. "Kami berharap, melalui bantuan ini, dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan standar pendidikan di wilayah Banjarbaru dan Kalimantan Selatan, dapat tercapai," tambahnya. Di sisi lain, Penjabat Wali Kota Banjarbaru, Nurliani, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas perhatian yang besar terhadap pendidikan di kota tersebut. Dia menyatakan bahwa PKBM memainkan peran penting dalam memberdayakan masyarakat, terutama dalam ranah pendidikan. "Saya berterima kasih kepada PLN yang telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program TJSL ini," ungkap wanita yang akrab disapa Bunda Nunung. Nurliani juga menekankan kepada penanggung jawab PKBM agar peresmian ini tidak hanya berupa acara simbolis, tetapi juga sebagai komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung, terutama bagi mereka yang memerlukan perhatian khusus. "Kami juga akan memberikan bantuan berupa edukasi *Urban Farming*, yaitu teknik bercocok tanam dengan metode hidroponik untuk menambah keahlian peserta didik," lanjutnya. Sementara itu, Kepala Sekolah PKBM Harapan Baru, Fitria Yuliana, menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PLN. Dia berharap, "Bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi para peserta didik kami, dan kami berkomitmen untuk memanfaatkannya sebaik mungkin agar memberikan dampak yang signifikan bagi pendidikan di sini." Dalam kegiatan ini, bantuan yang diberikan mencakup rehabilitasi tiga ruang belajar yang dilengkapi dengan 20 set meja dan kursi, 10 unit laptop, perluasan kapasitas jaringan internet, serta pelatihan tata boga bagi masyarakat yang belajar di PKBM Harapan Baru. ANTARA