BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa kredit konsumsi mendominasi penyaluran kredit di wilayah tersebut pada Juli 2024.
Dengan total mencapai Rp19,08 triliun atau 38,96 persen dari total kredit, kredit konsumsi mencerminkan tingginya permintaan masyarakat terhadap pembiayaan untuk kebutuhan pribadi seperti KPR, KKB, dan kredit multiguna.
Primandanu menekankan bahwa kredit konsumsi tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit di Kalimantan Tengah.
"Kredit konsumsi tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit di Kalimantan Tengah," kata Danu pada Rabu, 9 Oktober 2024.
Namun, katanya, di balik dominasi kredit konsumsi, terdapat tantangan dan peluang yang perlu diperhatikan. Kredit modal kerja, yang mencapai Rp16,55 triliun atau 33,80 persen dari total kredit, menunjukkan pentingnya dukungan finansial bagi pelaku usaha untuk menjaga kelangsungan operasional mereka, terutama di sektor perdagangan dan industri pengolahan.
"Kredit modal kerja sangat penting untuk menjaga kelangsungan usaha, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini," tambah Danu.
Selain itu, lanjutnya, kredit investasi yang tercatat sebesar Rp13,34 triliun atau 27,24 persen dari total kredit, meskipun lebih kecil, memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang melalui pembiayaan proyek-proyek infrastruktur dan ekspansi bisnis.
Danu juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pengelolaan risiko dalam penyaluran kredit untuk menghindari risiko kredit macet.
"OJK terus memantau dan memastikan bahwa penyaluran kredit dilakukan dengan prinsip kehati-hatian," jelasnya.
Dengan komposisi kredit yang beragam, Primandanu optimis bahwa sektor perbankan di Kalimantan Tengah akan terus tumbuh dan berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah. “Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kalteng,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









