PEKANBARU –
**Borneonews - Tembilahan, Riau**, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Indragiri Hilir (Inhil), telah mendirikan posko pengobatan malaria. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan jumlah kasus malaria yang ditemukan di kawasan tersebut, khususnya di tiga desa. Penanggung jawab Malaria Fungsional Epidemiologi Madya Dinkes Riau, Musfardi Rustam, menyampaikan bahwa setelah mendapati adanya lonjakan kasus malaria, pihaknya bersama instansi kesehatan daerah telah mendirikan posko kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dari laporan yang diterima, tercatat total 66 kasus malaria yang teridentifikasi, naik dari sebelumnya yang hanya 22 kasus. Peningkatan ini berdasarkan hasil pemeriksaan di tiga desa, yaitu Desa Kuala Selat, Simbar, dan Pejuru. Meskipun jumlah kasus meningkat, hingga saat ini tidak ditemukan masyarakat yang terjangkit dengan kondisi yang parah. Posko kesehatan yang didirikan bertujuan untuk memberikan pengobatan kepada warga yang terpapar malaria. Pejabat Bupati Inhil, Erisman Yahya, menjelaskan bahwa meningkatnya kasus malaria di Desa Kuala Selat dan area sekitarnya juga disebabkan oleh pelaksanaan pemeriksaan yang lebih komprehensif di daerah tersebut. Menurutnya, jumlah kasus yang ditemukan dapat meningkat karena lebih banyak masyarakat yang menjalani pemeriksaan. “Peningkatan kasus ini berkaitan erat dengan jumlah masyarakat yang di-screening, yang sebelumnya hanya sebagian kecil saja yang diperiksa," tambahnya. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan agar penyebaran kasus malaria dapat terdeteksi dengan baik. Dengan mengetahui siapa saja yang terinfeksi, pengobatan dapat dilakukan secara tepat dan efektif. "Kami menerima informasi bahwa malaria di Kuala Selat termasuk jenis yang mudah menular, sehingga pemeriksaan menyeluruh sangat penting untuk dilakukan,” ungkapnya. Demikian, upaya yang dilakukan oleh Dinkes Riau dan Dinas Kesehatan Indragiri Hilir diharapkan dapat meminimalisir penyebaran malaria dan memberikan perlindungan bagi kesehatan masyarakat setempat. ANTARA