BORNEONEWS, Kapuas - Hewan kurban harus dicek kesehatannya sebelum dipotong. Dinas Peternakan (Distarnak) Kabupaten Kapuas menghimbau masyarakat, khususnya panitia pemotongan hewan Kurban, agar melaporkan, baik jumlah maupun keberadaan hewan yang akan dikurbankan. Tujuannya, selain dapat melakukan pengecekan, juga memastikan kesehatan serta kelayakan hewan kurban itu sebelum dipotong.
"Saya meminta kepada panitia kurban segera melapor ke Distarnak untuk melakukan pengecekan kesehatan tehadap hewan korban apa layak dan tidaknya untuk dijadikan kurban." kata Hery, Kabid Bina Usaha Distarnak Kapuas, Rabu (24/8/2016).
Himbauan ini sebagai upaya adanya peran Pemerintah Daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat layak dan tidaknya nanti setelah pengecekan kesehatan hewan korban tersebut.Lanjut Hery biasanya mulai H-3 hingga H-1 sebelum pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha, akan ada tim medis yakni para dokter hewan yang akan melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban di lapangan.
Namun sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, terlebih dahulu pihaknya telah menerima laporan dari para panitia maupun masyarakat perorangan yang ingin melakukan pemotongan hewan kurban.
"Tim kami akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan seluruh hewan kurban yang akan dipotong, sesuai laporan yang kami terima. Tetapi bagi masyarakat yang tidak melapor ke kita, otomatis kita tidak tahu keberadaannya maka kita tidak dapat melakukan pengecekan kesehatan hewannya,"ungkap Herry.
Atas dasar itu kata Herry lagi, pihaknya berharap kepada panitia maupun masyarakat perorangan yang ingin melakukan pemotongan hewan kurban sebelum hari H agar melapor kepada pihaknya. "Ini agar kami dapat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, untuk memastikan seluruh hewan kurban yang dipotong dalam kondisi layak atau sehat. Jangan sungkan melapor ke kita, karena kita akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara gratis. Adapun yang akan diperiksa adalah kesehatan hewan mulai dari kuku, mulut, kulit dan lainnya," jelasnya.
Sementara itu, ditanya terkait stok hewan kurban, Herry mengaku aman. "Baik untuk hewan kurban maupun konsumsi lokal setiap hari, stok kita aman. Kapuas memiliki ribuan peternak lokal dengan produksi sapi yang bagus, kalau pun kita kekurangan maka sapi akan kita datangkan dari Kalsel, jadi untuk stok kita tidak ada masalah," ungkapnya.
Ditanya berapa jumlah sapi yang dipotong setiap hari untuk konsumsi lokal, menurut Herry di hari biasa normalnya para penjual daging di Pasar Induk Kuala Kapuas hanya memotong sekitar 2-3 ekor sapi saja. Namun nanti saat menjelang Hari Besar Keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri khususnya H-1 akan mengalami peningkatan cukup signifikan yakni sekitar 20 ekor per hari.
"Untuk Hari Raya Idul Adha, para pedagang malah tidak melakukan pemotongan atau menjual daging sapi. Ini karena masyarakat sudah mendapat pembagian daging sapi atau kambing dari pemotongan hewan kurban,"pungkasnya. (DJEMMY NAPOLEON/N).








