MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, telah mengerahkan tim *rescue* untuk melakukan upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan setempat. Nelayan yang dimaksud adalah Fatur Rahman, seorang pria berusia 30 tahun, yang dilaporkan menghilang di sekitar wilayah perairan Desa Tambi. Menurut keterangan Kepala Kantor Basarnas Mamuju, Muhammad Rizal, nelayan tersebut berangkat melaut pada hari Senin, 7 Oktober, sekitar pukul 22.00 WITA. Ia menjelaskan bahwa pada malam keberangkatan, Fatur Rahman sempat terlihat oleh rekannya yang juga seorang nelayan. Saat itu, rekannya melihat korban masih berada di atas kapal miliknya dengan aman, di mana Fatur telah mengikat dirinya ke rompong. Namun, pada keesokan harinya, Fatur tidak terlihat lagi di atas perahu. Muhammad Rizal juga menambahkan bahwa pada malam itu, cuaca sedang buruk disertai hujan lebat, yang diduga menyebabkan Fatur terjatuh dari perahunya. Setelah menerima laporan terkait hilangnya nelayan tersebut, Basarnas Mamuju segera mengerahkan tim *rescue* dengan menggunakan alat SAR Laut *Rigid Inflatable Boat* (RIB). Tim *rescue* melakukan penyisiran area hingga sejauh 30 *nautical mile* dari lokasi yang diduga tempat Fatur menghilang. Namun, hingga Rabu, pencarian yang telah dilakukan oleh tim tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan. "Proses pencarian sudah dilakukan di sekitar lokasi titik yang diduga menjadi tempat terjatuhnya korban, tetapi hingga saat ini, belum ada perkembangan yang signifikan," ungkap Muhammad Rizal. Pihak Basarnas Mamuju menegaskan bahwa upaya pencarian akan terus berlanjut demi menemukan nelayan yang hilang. "Kami akan terus berusaha untuk menemukan nelayan tersebut," imbuhnya. ANTARA