JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Utara,** Petugas kepolisian berhasil menangkap seorang pria berinisial F, berusia 34 tahun, yang bekerja sebagai tukang angkut sampah. Penangkapan ini dilakukan setelah pria tersebut diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang pelajar SMP di daerah Koja, Jakarta Utara. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa pelaku saat ini sedang ditahan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara. Ia menyebutkan bahwa pelaku F merupakan tetangga korban yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung. Peristiwa yang mengejutkan ini terjadi pada hari Selasa, 8 Oktober, sekitar pukul 10.00 WIB. Pada waktu tersebut, pelaku datang ke rumah korban dan mendapati keadaan rumah yang sepi. Dalam situasi tersebut, pelaku pun nekat menyelinap masuk ke dalam rumah. Saat itu, korban sedang terlelap tidur seorang diri. Dengan perbuatannya, pelaku menggerayangi tubuh korban yang kemudian terbangun dan melihat pelaku berada di dekatnya. Dalam kondisi terkejut, pelaku berdiri dan memberikan sebungkus kopi kemasan kepada korban, sambil menyatakan bahwa kopi tersebut adalah hadiah untuknya. Setelah melakukan aksinya, pelaku pun segera meninggalkan lokasi kejadian. Tak lama setelah itu, orang tua korban kembali ke rumah dan mendapat laporan mengenai insiden tersebut, lalu mereka segera membawa permasalahan ini kepada pihak berwajib. Kombes Ade menambahkan bahwa perkara ini saat ini sedang ditangani secara serius oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, dan pihak kepolisian akan memastikan proses hukum berlangsung tuntas. "Mengingat korban adalah anak-anak yang termasuk dalam kelompok rentan, Kapolda Metro Jaya memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini," ujar Ade. Sebelumnya, Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto, mengonfirmasi bahwa pelaku sudah diamankan dan diserahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara. Kompol Andry juga mengungkapkan bahwa pelaku sempat menjadi sasaran amuk massa akibat aksinya yang ketahuan, namun ia menyebutkan bahwa luka yang dialaminya tidak parah. ANTARA