**Borneonews - Jakarta**, Relawan dari Komite Penyelamatan Darurat Medis (MER-C) Indonesia, yaitu Fikri Rofiul Haq dan Edi Wahyudi, terlibat dalam proses evakuasi yang dilakukan dari Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Gaza utara. Evakuasi ini dilakukan sebagai respon terhadap perintah dari pihak Israel.
Fikri mengungkapkan melalui konferensi pers secara daring dari Jakarta bahwa mereka berdua saat ini sedang dalam tahap evakuasi dan berkoordinasi dengan pihak *World Health Organization* (WHO). "Saat ini, saya dan Pak Edi Wahyudi sedang melaksanakan proses evakuasi yang dimulai dari Rumah Sakit Indonesia menuju RS Al-Ahli Arab di Kota Gaza," tutur Fikri.
Menurut penjelasannya, pada Senin sore tanggal 7 Oktober, mereka memulai perjalanan dari RS Indonesia menuju RS Al-Ahli. Perjalanan tersebut memakan waktu kurang lebih 30 menit. Sesampainya di RS Al-Ahli, mereka menginap dan pada hari ini, Fikri mendapatkan informasi bahwa tim konvoi dari PBB akan menjemput mereka untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah Gaza tengah serta bergabung dengan tim MER-C yang lainnya.
Sebelum proses evakuasi berlangsung, Fikri menjelaskan bahwa pada Minggu pagi, tanggal 6 Oktober, Israel telah menjatuhkan selebaran yang berisi perintah evakuasi di sekitar Rumah Sakit Indonesia serta area lainnya. Dalam selebaran yang ditulis dalam bahasa Arab itu, Israel meminta agar seluruh warga yang berada di Gaza utara, termasuk di Kota Beit Lahiya, Kota Beit Hanoun, dan Kota Beit Jabaliya, untuk segera mengungsi ke wilayah Gaza selatan.
Dalam informasi terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina, Fikri menambahkan bahwa Israel memerintahkan untuk mengosongkan tenaga medis dan pasien di tiga rumah sakit yang ada di Gaza utara, yaitu RS Indonesia, RS Kamal Adwan, dan RS Al Audah. "Mereka hanya diberikan waktu 24 jam mulai Selasa malam untuk mengevakuasi pasien-pasien," tegasnya.
Lebih lanjut, Fikri menyatakan bahwa Israel juga mengeluarkan ancaman kepada siapa saja yang tetap tinggal di rumah sakit tersebut, dengan kemungkinan dibunuh atau ditangkap seperti yang terjadi di RS Al-Shifa. Dengan perintah ini, Israel berusaha melumpuhkan seluruh fasilitas kesehatan di Gaza utara, mengingat hanya tiga rumah sakit tersebut yang masih beroperasi di wilayah tersebut.
ANTARA
Relawan MER-C Jalani Evakuasi dari Gaza Utara ke Gaza Tengah
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







