JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo, baru-baru ini mengungkapkan potensi penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) badan dari angka 22 persen menjadi 20 persen. Hal ini disampaikan oleh Drajad setelah acara Indonesia Future Policy Dialogue yang berlangsung di Jakarta. Menurut Drajad, tujuan dari penurunan tarif PPh badan ini adalah untuk mengurangi beban pajak yang dirasakan oleh masyarakat. Namun, dia menekankan bahwa saat ini belum ada keputusan final mengenai besaran penurunan tersebut, karena pihaknya masih harus mempertimbangkan data terkait kinerja penerimaan negara. "Ini masih dalam tahap keinginan, belum spesifik. Namun, kami sangat berharap untuk suatu saat dapat melakukan penurunan PPh badan," jelasnya. Rencana ini pun muncul di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio pajak (*tax ratio*) yang saat ini berada di level 12 persen, dengan target untuk mencapai 23 persen. Drajad memberikan pandangan bahwa meskipun tarif pajak yang lebih tinggi diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara, kenyataannya hal tersebut tidak selalu terjadi. Ia memberikan analogi dengan situasi jual beli di mana jika harga barang meningkat, konsumen mungkin enggan untuk membeli. "Jika harga menjadi terlalu tinggi, orang mungkin tidak mau membeli, dan pada akhirnya penerimaan kita bisa menurun," ungkapnya. Selain itu, dalam pernyataan terpisah, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa pemerintahan Prabowo berencana untuk menetapkan tarif PPh badan menjadi 20 persen. Ia juga menjelaskan bahwa rendahnya *tax ratio* di Indonesia disebabkan oleh penegakan aturan pajak yang belum optimal. Oleh karena itu, pemerintahan mendatang berkomitmen untuk meningkatkan kepatuhan pajak tanpa harus menambah tarif pajak. "Kami akan menutup kebocoran-kebocoran tanpa mengubah tarif pajak. Tarif pajak yang sebelumnya 22 persen seharusnya bisa diturunkan menjadi 20 persen," ujarnya. Langkah lain yang diambil oleh tim ekonomi Prabowo adalah menjadikan Badan Penerimaan Negara (BPN) sebagai solusi untuk meningkatkan penerimaan negara. Rencana ini meliputi tiga unsur transformasi yang diharapkan dapat memperkuat struktur BPN, yakni transformasi kelembagaan, teknologi, dan budaya. Tim Prabowo optimis bahwa pembentukan BPN akan mempercepat transformasi ini dan menghadirkan hasil yang positif bagi penerimaan negara. ANTARA