JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Badai Milton, yang saat ini bergerak dengan cepat melintasi Samudra Atlantik menuju Florida, Amerika Serikat, diprediksi akan menjadi salah satu siklon tropis yang paling menghancurkan dalam catatan sejarah, demikian pernyataan seorang pakar dari Rusia. Roman Vilfand, yang merupakan pengawas ilmiah di badan meteorologi Hydrometcenter Rusia, mengungkapkan pandangannya kepada media, menjelaskan bahwa badai ini berpotensi menciptakan kerusakan yang luar biasa. "Badai Milton ini dapat menjadi salah satu siklon tropis paling merusak yang pernah tercatat hingga saat ini," ujarnya. Ia menambahkan bahwa badan cuaca akan melakukan penilaian terkait badai ini dengan mempertimbangkan aspek kerusakan serta kecepatan badai. Meskipun perkiraan menunjukkan potensi Milton yang sangat besar, evaluasi lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan dampaknya secara lebih rinci. Menurut Vilfand, kemungkinan besar, Badai Milton akan menunjukkan kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan Badai Ivan yang melanda pada tahun 2004 dan Badai Katrina yang melanda pada tahun 2005. Badai-badai tersebut dikenal luas sebagai salah satu yang paling destruktif dalam sejarah bencana alam di Amerika Serikat. "Ketika Badai Milton tiba di Florida, kerusakannya diperkirakan akan sangat parah. Meskipun pendaratannya tidak dapat dihindari, kita masih bisa meminimalkan dampak yang ditimbulkan, terutama dengan melakukan evakuasi untuk menyelamatkan nyawa. Ini adalah masalah yang berkaitan dengan jutaan orang yang perlu dievakuasi dari daerah terkena dampak," tambahnya. Florida sendiri masih merasakan pengaruh dari Badai Helene, yang telah menyebabkan kerusakan massal di bagian tenggara Amerika Serikat dua minggu lalu. Saat ini, Badai Milton diperkirakan akan mendarat di Florida pada malam Rabu atau dini hari Kamis. Sebagai langkah responsif, Presiden AS Joe Biden pada hari Senin menandatangani perintah eksekutif yang mengakui keadaan darurat di Florida. Ini juga berfungsi untuk membuka bantuan federal bagi otoritas setempat dalam upaya menghadapi dampak yang ditimbulkan oleh badai ini. Evakuasi massal pun diberlakukan bagi jutaan penduduk yang tinggal di wilayah yang terancam. ANTARA