**Borneonews - Kuala Lumpur**, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Penang, Wanton Saragih, menyampaikan bahwa nilai kontrak antara pengusaha Indonesia dan mitra bisnis yang berasal dari Penang, Malaysia, mengalami peningkatan yang signifikan pada acara Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 yang digelar di Tangerang. Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Wanton menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan TEI kali ini, terjadi penandatanganan kerja sama perdagangan *business to business* antara tujuh perusahaan Indonesia dan tiga perusahaan Malaysia. Total nilai kontrak yang terjalin mencapai 2.420.160 dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp38 miliar. Sebagai perbandingan, pada TEI tahun lalu, hanya terdapat dua kontrak yang ditandatangani dengan nilai total perdagangan sebesar 1.155.000 dolar AS, atau sekitar Rp18 miliar, berdasarkan kurs yang berlaku saat itu. Melihat perbedaan yang cukup mencolok ini, Wanton mengemukakan bahwa dampak positif terhadap kenaikan nilai kontrak tersebut salah satunya disebabkan oleh peningkatan kualitas komoditas yang dihasilkan oleh produsen Indonesia. Produk-produk tersebut kini memiliki daya saing yang lebih baik dan mampu menarik permintaan yang lebih tinggi di pasar. KJRI Penang berperan aktif dalam mengembangkan hubungan perdagangan dan investasi. Melalui berbagai kegiatan diplomasi ekonomi, mereka senantiasa berupaya menjalin kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan sekitar Penang dan Kedah. TEI dianggap sebagai platform yang efektif untuk pelaku usaha dalam negeri guna memperkenalkan produk-produk mereka dan mengeksplorasi peluang di pasar internasional. Pada kesempatan ini, KJRI Penang juga berhasil membawa 75 pembeli potensial dari Kedah dan Pulau Pinang untuk lebih mendalami produk-produk yang ditawarkan. Selain itu, KJRI Penang juga memfasilitasi pencocokan bisnis antara pembeli potensial dan pelaku usaha dari wilayah kerjanya seperti Penang, Kedah, dan Perlis dengan para pelaku usaha di Indonesia. Dalam upaya memperkuat kolaborasi ekonomi, KJRI Penang mendorong penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Persatuan Usahawan Maju Malaysia (PUMM) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Hal ini diharapkan dapat mempermudah eksplorasi berbagai peluang kerja sama serta meningkatkan volume perdagangan dan investasi antara kedua negara. Dalam konteks TEI ke-39 di BSD, Tangerang, penandatanganan kontrak bisnis dilakukan oleh pelaku usaha yang didampingi oleh KJRI Penang. Di antaranya, Perusahaan M. Chuharmall Sdn Bhd sepakat untuk berkolaborasi dengan PT Sri Rejeki Isman Tbk, PT Gajah Duduk, dan PT Panggung Jaya Indah (PAJITEX), yang akan mengimpor produk tekstil dari Indonesia. Selain itu, perusahaan Thong Guan Trading Sdn Bhd berencana untuk melakukan pembelian produk teh dari PT Fair Trade Commodities, dan RS Agency Sdn Bhd akan mengimpor produk kosmetik serta parfum dari PT Gondowangi Tradisional Kosmetika, PT Griff Prima Abadi, dan PT Sekawan Kosmetik Wasantara. Dengan adanya kontrak-kontrak ini, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi pengusaha dari kedua negara untuk saling bekerja sama dan memperkuat jaringan bisnis. ANTARA