JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, menegaskan bahwa semua negara anggota ASEAN mendukung secara penuh aksesi Timor Leste sebagai anggota penuh. Dukungan ini diwujudkan melalui bantuan yang terus diberikan untuk mempercepat proses pemenuhan syarat keanggotaan oleh Timor Leste. Dalam sebuah pengarahan kepada media usai menghadiri KTT ASEAN ke-44 dan ke-45 di Vientiane, Laos, Retno menjelaskan bahwa saat ini, masing-masing negara anggota ASEAN berupaya maksimal untuk membantu Timor Leste agar dapat segera memenuhi peta jalan yang telah disusun bersama. Peta jalan tersebut, yang disetujui pada KTT ke-42 ASEAN tahun lalu, mencakup berbagai syarat yang harus dipenuhi oleh Timor Leste. Retno juga menekankan bahwa tidak ada satu pun negara anggota ASEAN yang menolak kehadiran Timor Leste dalam organisasi regional ini. Kesepakatan untuk menerima Timor Leste sebagai anggota penuh di masa depan sudah diambil, sehingga semua pihak berharap agar proses ini dapat berjalan dengan lancar. Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Sidharto R. Suryodipuro, menambahkan bahwa komitmen negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, sangat tinggi dalam mendukung Timor Leste untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Sidharto menyebutkan bahwa Indonesia telah memberikan berbagai pelatihan kepada Timor Leste, khususnya untuk pegawai negeri mereka, sebagai bagian dari upaya kolaboratif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada. Sidharto juga mengungkapkan bahwa ASEAN telah sepakat untuk memberikan hak partisipasi yang lebih luas bagi Timor Leste dalam kegiatan-kegiatan ASEAN. Ini termasuk pemberian hak untuk berbicara di seluruh agenda terkait Timor Leste. Sebelumnya, Timor Leste hanya diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan di akhir pertemuan setelah semua keputusan diambil. Perluasan hak bicara ini diharapkan dapat semakin mendorong integrasi Timor Leste ke dalam ASEAN. Namun, penting untuk dicatat bahwa hak tersebut tidak mencakup hak suara dalam pengambilan keputusan, mengingat Timor Leste masih belum diakui sebagai anggota penuh dalam organisasi ini. ANTARA