**Borneonews - Palu**, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perwakilan Sulawesi Tengah untuk membentuk duta literasi keuangan inklusif yang melibatkan peran aktif mahasiswa.
Sebanyak 40 mahasiswa terpilih dilatih menjadi duta literasi keuangan dan mereka merupakan bagian dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Datokarama Palu mengungkapkan bahwa pelatihan ini penting untuk menyiapkan mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat tentang literasi keuangan.
Keuangan inklusif diartikan sebagai sebuah kondisi di mana semua anggota masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas, tepat waktu, dan aman dengan biaya yang terjangkau. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Salah satu tujuan dari inklusi keuangan adalah untuk mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Selain itu, inklusi keuangan juga bertujuan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi, membantu pengusaha dalam mengembangkan usaha, serta meningkatkan kualitas produk dan layanan dari lembaga keuangan.
Mahasiswa yang berperan sebagai duta keuangan inklusi menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat terkait layanan serta produk-produk yang ditawarkan oleh lembaga perbankan dan keuangan lainnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai keuangan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni, Faisal Attamimi, menekankan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat. Melalui pelatihan ini, harapannya mahasiswa dapat menyampaikan pemahaman tentang konsep-konsep keuangan kepada masyarakat sehingga mereka dapat memanfaatkan sumber daya keuangan secara optimal.
Lebih lanjut, dia menyoroti pentingnya pihak berwenang untuk meningkatkan perlindungan konsumen, baik dari sisi kualitas produk maupun keamanan data pengguna layanan keuangan. Hal ini menjadi kunci dalam mencapai tujuan inklusi keuangan yang lebih baik.
Di sisi lain, perwakilan OJK Sulawesi Tengah, Budi Hamdani, menyatakan bahwa pihaknya sangat menghargai kerja sama ini. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan bank dan lembaga keuangan lainnya.
Budi juga mengungkapkan bahwa OJK sedang berupaya untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan di Sulawesi Tengah melalui penguatan literasi keuangan. Semakin tinggi tingkat literasi keuangan di suatu daerah, tentunya akan berpengaruh positif terhadap tingkat inklusivitas keuangan yang ada.
ANTARA
UIN Palu dan OJK Bentuk Duta Literasi Keuangan Inklusif
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Fairid Buka Pengawasan Publik Dana Banpres Rp10 Miliar, 2 Hari Ditargetkan Mulai Berjalan
DPPPAPPKB Kotim Dorong Kampung KB Lebih Mandiri, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci
Upaya Kendalikan Cuaca Kalteng, 7 Sortie OMC Tabur 4,5 Ton Dry Ice dan 2 Ton NaCl
Iran Sebut Kawasan Timur Tengah akan Berubah Total Pascaperang
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Komentar (0)
Memuat komentar…







