SURABAYA –
**Borneonews - Kediri**, Yayasan Perjuangan Wahidiyah serta Pondok Pesantren Kedunglo yang terletak di Kota Kediri, Jawa Timur, memberikan dukungan kepada pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri, yakni Vinanda Prameswati dan K.H. Qowimuddin Thoha, yang dikenal dengan sebutan Gus Qowim. Dukungan ini diperoleh mereka sebagai calon nomor urut 1 dalam pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan pada tahun 2024. Dukungan tersebut dipicu oleh hubungan keluarga antara Gus Qowim dan pengasuh Pesantren dan Yayasan Perjuangan Wahidiyah, yaitu Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo K. Abdul Majid Ali Fikri, yang juga merupakan kerabat dekat. Pembantu Umum Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo, Prayogo, mengungkapkan bahwa alasan lain dari dukungan ini adalah untuk kemaslahatan umat, serta sebagai bagian dari upaya mujahadah bersama dalam mengarungi perjalanan politik ke depan. Prayogo juga menyatakan bahwa dirinya telah diberikan tugas untuk menyerahkan secara langsung surat dukungan kepada Gus Qowim. Penyerahan itu berlangsung di kediaman Gus Qowim yang berada di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bandar Kidul, Kota Kediri. Surat dukungan tersebut tidak hanya disampaikan kepada Gus Qowim tetapi juga kepada semua Ketua Perjuangan Wahidiyah di daerah Kota dan Kabupaten Kediri. Lebih lanjut, Prayogo menambahkan bahwa Yayasan Perjuangan Wahidiyah serta Pondok Pesantren Kedunglo Kediri memandang Gus Qowim sebagai sosok yang dapat dijadikan panutan. Ia menilai Gus Qowim sebagai tokoh masyarakat dan ulama yang sangat sederhana namun memiliki kharisma yang kuat. Dukungan ini diharapkan mampu membawa perubahan yang positif bagi Kota Kediri. Gus Qowim menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan oleh Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo. Dia menganggap dukungan ini merupakan anugerah dari Allah SWT dalam upayanya untuk memajukan Kota Kediri menjadi lebih mapan, yang diartikan sebagai kota yang maju, agamis, produktif, aman, dan menjadi idaman warganya. Gus Qowim yang dibesarkan dalam lingkungan Pondok Pesantren Al-Ishlah mengungkapkan bahwa hubungan antara lembaganya dengan Pondok Pesantren Kedunglo sangat baik dan saling mendukung. Keduanya sepakat untuk mengemban misi yang sama, yakni kemaslahatan umat, dengan fokus untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas. Dia menambahkan bahwa Pondok Pesantren Al-Ishlah khusus menyelenggarakan pembelajaran *mengaji*, sementara Kedunglo memiliki program pendidikan formal dan kegiatan *sholawatan* yang terkenal dengan nama Sholawat Wahidiyah. Hal ini menunjukkan sinergi positif antara dua pondok pesantren yang telah berkontribusi besar terhadap pendidikan dan pengembangan umat. ANTARA