JAYAPURA –
**Borneonews - Biak Numfor**, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, yang terletak di Papua, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), telah mengambil langkah penting dengan melibatkan empat penyandang disabilitas tuna netra dalam program pelatihan diversifikasi pengelolaan sabut kelapa. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung partisipasi para penyandang disabilitas dalam kegiatan yang berpotensi meningkatkan keterampilan mereka. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, Mailoa, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari keberpihakan program pemerintah terhadap keberdayaan masyarakat yang memiliki disabilitas. Sekda Mailoa menjelaskan bahwa potensi kelapa di berbagai kampung dan distrik di wilayah Biak Numfor sangat melimpah dan mudah tumbuh. Pelatihan ini dirasa sangat relevan, karena dapat menambah skill para penyandang disabilitas dalam mengelola sabut kelapa menjadi berbagai jenis hiasan rumah tangga yang menarik dan bermanfaat. "Saya berharap agar peserta yang terlibat, khususnya para penyandang disabilitas, mendapatkan perhatian khusus dari panitia penyelenggara selama kegiatan berlangsung," ungkapnya. Di sisi lain, Kepala Disperindag Yubelius Usior menekankan bahwa meski memiliki keterbatasan dalam penglihatan, para peserta tuna netra ini sudah terbiasa melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Mereka telah mampu memanfaatkan produk kelapa dengan baik, seperti menghasilkan sapu lidi, keset kaki, dan tas anyaman. "Para penyandang disabilitas tuna netra telah menunjukkan kemampuan mereka dalam menjual berbagai hasil kerajinan dari buah kelapa dalam kehidupan sehari-hari," tambah Usior. Usior juga berharap pelatihan ini akan memacu inovasi baru dalam menciptakan hiasan rumah yang menarik, dengan memanfaatkan potensi pohon kelapa secara maksimal. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perindustrian dan Balai Pendidikan Pelatihan Industri Denpasar atas dukungan dalam pelatihan diverifikasi pengelolaan sabut kelapa bagi industri kecil menengah di Kabupaten Biak Numfor. "Semoga pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dan kreativitas penyandang disabilitas, meskipun mereka memiliki kekurangan fisik, mereka tetap dapat berkontribusi melalui berbagai produk kreatif yang berbasis pohon kelapa," tutup Yubelius Usior. ANTARA