SURABAYA –
**Borneonews - Nganjuk**, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan kepada sejumlah individu dan entitas yang berkontribusi sebagai pahlawan pelestari lingkungan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Pandan Wilis, Kabupaten Nganjuk. Dalam sambutannya, Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengungkapkan bahwa penghargaan ini diberikan kepada berbagai pihak, termasuk perusahaan, aparat pemerintah desa, serta individu yang telah memberikan sumbangsih nyata terhadap pelestarian lingkungan di wilayah Jawa Timur. “Para pahlawan lingkungan ini telah berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta pelestarian alam. Kami berharap Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Timur di masa mendatang terus menunjukkan peningkatan,” ungkapnya di Nganjuk. Penghargaan dibagi ke dalam beberapa kategori, seperti penyelamat lingkungan, pembina lingkungan, dan pengabdi lingkungan. Selain itu, terdapat penghargaan khusus untuk desa atau kelurahan yang berprestasi dengan kategori Mandiri, Madya, dan Pratama. Masing-masing desa yang meraih penghargaan dalam kategori ini berhak mendapatkan sebuah motor roda tiga untuk pengangkut sampah. Lebih lanjut, Adhy Karyono menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan sebuah upaya untuk mendorong peningkatan Kualitas Indeks Lingkungan Hidup di Jawa Timur yang masih perlu diperbaiki dalam banyak aspek. Sebagai informasi, capaian IKLH Jawa Timur pada tahun 2023 tercatat sebesar 65,59 poin, yang berada dalam kategori sedang. “Masih ada pekerjaan rumah bagi kita, yaitu bagaimana mengendalikan penutupan lahan untuk pembangunan. Selain itu, perlu adanya ruang yang cukup bagi ekosistem untuk menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi yang akan datang,” tambahnya. Adhy juga memberikan pujian terhadap inisiatif dari sejumlah kabupaten dan kota yang bersaing dalam penanaman pohon, contohnya Probolinggo yang telah menanam 20.000 bibit pohon dan Kabupaten Pasuruan yang berencana menanam 40.000 bibit pohon. Sebagai provinsi yang memiliki kawasan industri, Adhy Karyono menyadari bahwa Jawa Timur tidak dapat sepenuhnya bebas dari pencemaran. Oleh karena itu, diperlukan adanya standarisasi bagi pabrik-pabrik yang beroperasi di daerah tersebut. “Kerja sama dari semua pihak, baik industri besar maupun kecil, sangat dibutuhkan untuk mewujudkan *FOLU Net Sink*, di mana sektor lahan dan hutan mampu menyerap lebih banyak karbon dibandingkan yang dilepaskan,” katanya. Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan tidak hanya berada di tangan pemerintah provinsi, melainkan juga pada kabupaten dan kota yang memiliki kawasan. Dalam acara tersebut, Penjabat Gubernur Adhy Karyono turut meninjau 15 stan pameran dan melakukan penanaman bibit pohon secara simbolis, dengan 60 bibit pohon yang ditanam, terdiri dari jenis alpukat, sawo manila, dan sirsak. Adhy Karyono juga menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur dengan 13 industri dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan di wilayah daerah aliran sungai (DAS) Brantas, termasuk PT Semen Indonesia Persero dan PT Wings Surya. Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubernur juga meluncurkan Sistem Informasi Pelaporan dan Pengawasan Lingkungan Terpadu (Sepelita), sebuah aplikasi yang dirancang untuk memfasilitasi pelaporan pengelolaan lingkungan hidup secara elektronik oleh Dinas Lingkungan Hidup, dengan periode pelaporan yang dibagi menjadi Semester I dan Semester II. ANTARA