JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas secara resmi meluncurkan logo, tema, serta *theme song* untuk Hari Santri 2024 dalam acara Religion Festival yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu malam. Dalam kesempatan tersebut, Menag Yaqut menyampaikan bahwa tema yang diusung tahun ini adalah "Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan." Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober, berdasarkan keputusan yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015. Penetapan tersebut ditegaskan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Dalam rangka memperingati hari bersejarah ini, logo Hari Santri 2024 dirancang dengan tampilan unik, menampilkan dua tali yang saling melilit, dipadukan dengan warna hijau pine dan emas. Terdapat pula lingkaran merah di bagian atas logo tersebut. Ketika diperhatikan secara seksama, dua tali yang melilit ini membentuk siluet seorang santri yang sedang berlari. Jika kedua tali tersebut diamati terpisah, akan membentuk huruf "S" dan "i", simbol yang melambangkan Santri Indonesia. Siluet santri yang berlari sambil mengangkat tangan memiliki makna sebagai representasi semangat juang yang tiada henti. Gerakan berlari juga mengartikan progres dan dinamika, sementara tangan yang terangkat merepresentasikan harapan, optimisme, serta tekad yang kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Yaqut menambahkan, logo ini juga bisa diartikan sebagai simbol usaha kolektif untuk bangkit bersama. Konsep ini sejalan dengan semangat Hari Santri yang selalu mengedepankan perjuangan, kerja sama, dan keteguhan. Bentuk tali yang saling melilit tidak hanya melambangkan keterhubungan, tetapi juga kesinambungan. Desain ini menggambarkan keberlanjutan serta hubungan antar generasi dalam meneruskan perjuangan dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu. Lebih jauh, tali yang melilit juga mencerminkan persatuan, kekuatan yang terikat erat, serta ketahanan dalam menghadapi tantangan di masa depan. Sementara itu, lingkaran berwarna merah menggambarkan pengorbanan yang penuh keberanian, mengingatkan kita akan perjuangan para pahlawan yang telah memberikan dedikasi tanpa pamrih demi menciptakan masa depan yang lebih baik. Kombinasi antara lingkaran dan warna merah menunjukkan bahwa perjuangan serta semangat kebersamaan harus terus berputar tanpa henti, membawa keberanian dan tekad untuk mencapai kesejahteraan di masa mendatang. Mengenai warna, hijau pine sering diasosiasikan dengan keharmonisan, ketenangan, dan kedamaian. Warna ini juga melambangkan pertumbuhan, kesuburan, dan spiritualitas, yang mencerminkan peran santri dalam memperjuangkan nilai-nilai keagamaan dan perdamaian. Hijau pine memiliki karakter yang tenang dan elegan, melambangkan keteguhan serta stabilitas. Hal ini mencerminkan perjuangan para santri yang dilakukan dengan penuh kesabaran, konsistensi, dan keyakinan untuk terus berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Di sisi lain, warna emas melambangkan kemuliaan, kejayaan, dan kesuksesan. Emas seringkali diasosiasikan dengan sesuatu yang memiliki nilai tinggi, mewakili masa depan cerah yang ingin dicapai melalui semangat juang santri. Emas juga mencerminkan prestasi serta pencapaian. Warna ini memberikan kesan keagungan yang memperkuat makna spiritual dan nilai luhur dalam perjuangan. Sebaliknya, merah menggambarkan keberanian, semangat, dan tekad. Dalam konteks ini, warna merah mencerminkan semangat juang yang berapi-api, kekuatan untuk mengatasi rintangan, dan keberanian dalam meneruskan perjuangan. Keberanian dan komitmen untuk terus berjuang diwakili oleh santri sebagai generasi siap menghadapi segala tantangan demi menciptakan kesejahteraan bersama. Selain logo, Tahun ini Kementerian Agama juga memperkenalkan *theme song* Hari Santri 2024, yang diciptakan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bekerjasama dengan musisi santri, Sastro Adi. Melalui lagu ini, Menag Yaqut berharap dapat menggugah semangat santri untuk steadfast dalam mengabdi kepada negeri. ANTARA