**Borneonews - Yogyakarta**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta telah resmi menerima 2.410 bilik suara yang akan digunakan sebagai bagian dari persiapan logistik untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November. Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, mengungkapkan bahwa bilik suara tersebut telah diterima dalam keadaan lengkap. Selanjutnya, bilik suara ini akan dirakit di masing-masing lokasi tempat pemungutan suara (TPS). Tidak hanya bilik suara yang diterima, namun sejumlah logistik lainnya juga telah tersedia. Ini termasuk kotak suara, tinta, kabel pengikat yang sering disebut sebagai *cable ties*, serta stiker segel kertas. Semua item logistik tersebut disimpan di gudang penyimpanan dalam keadaan siap pakai. Dalam keterangannya, Harsya menyatakan bahwa total kotak suara yang diterima mencapai 690 unit. Proses perakitan kotak suara tersebut melibatkan sepuluh orang tenaga lepas demi mempercepat penyelesaian. Mengenai tinta, KPU Kota Yogyakarta telah menerima 1.302 unit yang jumlahnya sesuai dengan dua kali lipat dari jumlah TPS yang ada di wilayah tersebut. Dengan pencapaian ini, Harsya menegaskan bahwa logistik tahap pertama telah lengkap untuk lima jenis perlengkapan, sedangkan enam jenis lainnya masih dalam proses pengiriman. Lebih lanjut, Harsya menjelaskan bahwa surat suara untuk pemilu tersebut telah dicetak di percetakan dan diawasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Yogyakarta. Surat suara tersebut akan dikirimkan setelah adanya koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pihak kepolisian dan jasa ekspedisi yang bertugas. KPU juga telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mencakup 320.594 pemilih. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 153.449 pemilih laki-laki dan 167.145 pemilih perempuan. Mereka akan memiliki kesempatan untuk memberikan suaranya di 651 TPS yang tersebar di 14 kecamatan di Kota Yogyakarta, termasuk dua TPS yang berada di rutan dan lembaga pemasyarakatan (lapas). Pada Pilkada Kota Yogyakarta 2024 mendatang, akan terdapat tiga pasangan calon yang bersaing, yaitu Heroe Poerwadi-Sri Widya Supeno, Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan, dan Afnan Hadikusumo-Singgih Raharja. ANTARA