AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku berkolaborasi dengan Universitas Kristen Maluku (UKIM) Ambon untuk melaksanakan program yang diberi nama Gerakan Nasional Cerdas Keuangan, dengan fokus pada Edukasi Keuangan di bawah kegiatan yang dikenal dengan *Gencarkan Edukasiku*. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan UKIM Ambon dan bertepatan dengan bulan Inklusi Keuangan Tahun 2024. Tema yang diangkat adalah "Masyarakat Maluku Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas", seperti diungkapkan oleh Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf. Dalam acara ini, dilakukan deklarasi bersama sebagai komitmen untuk menyukseskan program *Gencarkan Edukasiku*. Kegiatan ini melibatkan seluruh pimpinan dari Pengelola Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang hadir, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program yang dilaksanakan oleh OJK dan UKIM. Diharapkan deklarasi tersebut tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga memperkuat komitmen para pemangku kepentingan dalam mengedukasi masyarakat di Maluku. Andi Muhammad Yusuf menegaskan bahwa edukasi keuangan yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang bijak. Hal ini sekaligus sebagai langkah pencegahan dari maraknya praktik perjudian online, serta untuk menjauhkan masyarakat dari tawaran investasi ilegal dan pinjaman online yang dapat menimbulkan kerugian finansial. Program *Gencarkan Edukasiku* dirancang secara khusus untuk mendukung inisiatif yang telah dicanangkan di tingkat nasional. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengorkestrasi semua pemangku kepentingan di daerah. Dalam hal ini, fokusnya adalah pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Maluku. Dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang diselenggarakan oleh OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024, terlihat bahwa tingkat inklusi keuangan di Indonesia baru mencapai 75,02 persen, sedangkan indeks literasi keuangan di angka 65,43 persen. Data ini menunjukkan bahwa masih terdapat peluang yang signifikan untuk mendorong peningkatan dalam kedua indikator tersebut. Peningkatan literasi serta inklusi keuangan diharapkan menjadi kunci bagi pendalaman, penguatan, dan pengembangan sektor jasa keuangan. Bahkan, ini dapat berkontribusi terhadap penyediaan pembiayaan yang lebih baik, yang pada akhirnya dapat menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah Maluku. Rektor UKIM, Henky H Hetharia, menyatakan apresiasinya terhadap OJK Provinsi Maluku dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Maluku yang telah memilih UKIM sebagai salah satu mitra dalam kolaborasi *Gencarkan Edukasiku*. Ia menekankan bahwa civitas akademika di UKIM berkomitmen untuk berkontribusi dalam menyukseskan program ini sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi keuangan secara merata. Rangkaian acara tersebut juga menampilkan penyerahan simbolis dalam rangka inklusi keuangan kepada mahasiswa. Dalam kesempatan ini, dilakukan penyerahan produk Tabungan Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SIMUDA), serta pembukaan rekening efek dan rekening tabungan emas sebagai bagian dari upaya peningkatan pemahaman serta akses terhadap layanan keuangan. ANTARA