**Borneonews - Labuan Bajo**, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan sejumlah bantuan darurat kepada warga yang menjadi korban kebakaran baru-baru ini. Bantuan tersebut terdiri dari paket sembako, makanan siap saji, terpal, dan selimut, serta berbagai bantuan tanggap darurat lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Sabu Raijua, Javid Ndu Ufi, menjelaskan bahwa bantuan tersebut telah diserahkan kepada warga di Kelurahan Ledeunu, Kecamatan Raijua, dan direncanakan akan dilanjutkan ke Desa Raemadia di Kecamatan Sabu Barat. Ia berharap bantuan dari pemerintah daerah dapat memberikan dukungan yang cukup bagi para korban kebakaran untuk mengatasi kesulitan yang mereka hadapi.
Javid juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah desa dalam membantu penganggaran dana desa untuk pembangunan kembali rumah-rumah yang terkena dampak kebakaran. "Jika memungkinkan, kami harap dana desa bisa dialokasikan untuk program rehabilitasi rumah. Dinas PUPR juga diharapkan dapat berperan dalam proses ini," tambahnya.
Kebakaran hutan, lahan, dan rumah warga sering terjadi selama musim kemarau, dan situasi ini semakin memburuk seiring dengan meningkatnya frekuensi kebakaran pada bulan Oktober. Javid menyoroti bahwa BPBD Sabu Raijua memiliki armada yang memadai, termasuk lima unit mobil tangki air, satu unit mobil pemadam kebakaran, dan satu unit mobil dari Satuan Polisi Pamong Praja, untuk merespons kejadian kebakaran.
BPBD juga telah membuat sistem komunikasi efektiv dengan pemerintah lokal melalui grup *WhatsApp* yang melibatkan camat, lurah, kepala desa, hingga ketua RT. Dengan demikian, informasi mengenai bencana kebakaran, longsor, dan kejadian lainnya dapat diterima dengan cepat, sehingga tim reaksi cepat dapat segera turun ke lokasi kejadian.
Ia mengimbau warga agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, baik itu hutan, lahan, maupun rumah. Dalam hal terjadi kebakaran, Javid mendorong masyarakat untuk berusaha memadamkan api dengan alat sederhana sebelum adanya kedatangan tim pemadam kebakaran.
"Kami meminta RT untuk tidak menunggu, tetapi segera melakukan tindakan yang bisa mereka lakukan. Misalnya, menggunakan tangki air yang biasanya dipakai untuk mengatasi hama untuk menjinakkan api di area pinggir," katanya.
Selain itu, Javid juga menyerukan kepada masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan untuk tidak melakukan pembakaran lahan, yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Warga juga diminta untuk memastikan bahwa api dari kompor telah padam sebelum meninggalkan rumah.
"Kami telah mengeluarkan imbauan kepada lurah, camat, dan kepala desa agar mengambil tindakan tegas terhadap individu yang membuang puntung rokok yang dapat memicu kebakaran. Untuk pembakaran sampah dan pembukaan lahan, pastikan api sudah sepenuhnya padam sebelum meninggalkan lokasi," pungkasnya.
ANTARA
Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Sabu Raijua
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







