**Borneonews - Sukabumi**, Tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Sukabumi, yang berlaga dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2024, sepakat untuk menolak segala bentuk hoaks, fitnah, kampanye hitam, serta ujaran kebencian. Kesepakatan ini diambil sebagai komitmen untuk menciptakan suasana pemilihan yang positif dan damai.
Calon wali kota nomor urut 1, Achmad Fahmi, menyatakan bahwa sejak memulai pencalonan, pihaknya telah bersepakat dengan pengurus partai politik, relawan, tim pemenangan, serta para simpatisan untuk memastikan Pilkada kali ini dilaksanakan dengan penuh kegembiraan. Ia menegaskan, "Kami ingin pilkada ini menjadi proses yang bahagia."
Fahmi, yang berpasangan dengan Dida Sembada, mantan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, memilih pendekatan langsung kepada masyarakat melalui kegiatan *door to door*. Mereka berupaya untuk menyelenggarakan aktivitas-aktivitas yang bisa membuat masyarakat merasa senang. Pasangan yang dikenal dengan slogan "Serasi" ini fokus pada kegiatan positif, mendorong masyarakat untuk melihat pilkada sebagai momentum demokrasi yang menyenangkan.
Dalam sambutannya, Fahmi menekankan pentingnya kepada seluruh tim pemenangan untuk meraih kemenangan dengan cara yang positif. Ia mengingatkan agar tidak terlibat dalam ujaran kebencian, makian, fitnah, hoaks, atau kampanye hitam yang dapat memberikan dampak buruk bagi proses demokrasi di Kota Sukabumi. "Mari kita jadikan pilkada ini sebagai momen yang menggembirakan," tambahnya.
Sementara itu, calon Wali Kota Sukabumi lainnya, Ayep Jaki, menegaskan bahwa pihaknya terus mengingatkan tim pemenangan, relawan, dan simpatisan untuk tidak meladeni maupun membalas segala bentuk kampanye negatif terhadap pasangan calon. Ia bersama pasangannya, Bobby Maulana, berupaya untuk melaksanakan berbagai kegiatan positif yang dekat dengan masyarakat. Kehadiran Bobby Maulana, yang juga dikenal sebagai seorang artis, diharapkan dapat menarik minat masyarakat dan meningkatkan potensi suara bagi pasangan mereka.
Dalam pernyataan terpisah, calon Wali Kota nomor urut 3, M. Muraz, sepakat bahwa semua pasangan calon harus bersatu menolak hoaks dan bentuk kampanye negatif lainnya. Sebagai bagian dari komitmen ini, Muraz, yang berpasangan dengan Andri S. Hamami, mantan Wakil Wali Kota Sukabumi periode 2018-2023, aktif melakukan berbagai kegiatan positif untuk menarik simpati masyarakat. Ia mengajak warga untuk memilih pemimpin yang benar-benar layak dan dapat membawa Kota Sukabumi ke arah yang lebih baik.
ANTARA
Pasangan Calon Wali Kota Sukabumi Komitmen Tolak Hoaks dan Kampanye Negatif
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Komentar (0)
Memuat komentar…







