BENGKULU –
**Borneonews - Bengkulu**, Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak untuk tidak berperan sebagai penyebar informasi yang salah atau hoaks. Hal ini mencakup pasangan calon kepala daerah, partai politik, serta pendukung dan simpatisan mereka. Iyid Dwi Mursito, yang merupakan anggota Satgas Pemilu Mafindo di Bengkulu, menekankan pentingnya bagi para kandidat untuk melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang akan disampaikan di depan publik. "Kami berharap semua kandidat dapat mengantisipasi penyebaran hoaks. Oleh karena itu, sebelum mengungkapkan sesuatu di tempat umum atau memberikan pernyataan, penting untuk melakukan pengecekan dan verifikasi data terlebih dahulu," ungkapnya. Penyebaran hoaks, misinformasi, atau disinformasi, lanjutnya, dapat berpotensi membahayakan masyarakat, terlebih di saat pesta demokrasi yang menyita perhatian luas. Ketika informasi yang salah beredar, hal tersebut dapat menimbulkan respons cepat yang berpotensi menciptakan perpecahan dan konflik di tengah masyarakat. Iyid juga mengingatkan, bahwa apa yang disampaikan oleh para kandidat dapat dengan mudah "di-blow up" oleh para pendukung atau simpatisan, serta mereka yang menggunakan *buzzer* politik. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh yang dimiliki oleh pernyataan kandidat dalam membentuk opini publik. Ia menjelaskan, masyarakat cenderung mudah percaya dan terpengaruh oleh hoaks yang sudah tersebar secara luas. Situasi ini berisiko merusak keutuhan dan keharmonisan di dalam masyarakat. Untuk itu, Mafindo meminta semua peserta pemilu untuk berkomitmen untuk tidak terlibat dalam penyebaran hoaks selama Pilkada Serentak 2024. Lebih jauh, Mafindo mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak langsung mempercayai setiap informasi yang diterima, terutama informasi yang beredar di ruang digital. "Lakukan verifikasi, pastikan informasi yang diterima benar adanya dan bukan hoaks, disinformasi, atau misinformasi," tegasnya. ANTARA