**Borneonews - Jakarta**, Rabu, 9 Oktober telah menjadi sorotan bagi sejumlah berita penting di bidang humaniora. Berita-berita tersebut mencakup berbagai topik mulai dari pemberian jaminan sosial hingga penyelenggaraan *Religion Festival* yang menarik perhatian publik.
Salah satu isu yang dibahas adalah tentang pentingnya jaminan sosial dalam menghadapi potensi disrupsi di sektor ketenagakerjaan. Organisasi Buruh Internasional atau *International Labour Organization* (ILO) menegaskan peranan penting jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai alat untuk melindungi para pekerja yang terdampak agar mereka dapat kembali berpartisipasi di pasar tenaga kerja. Menurut Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan oleh ILO dan BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, terdapat berbagai faktor disrupsi, seperti pandemi COVID-19, perubahan iklim, dan transformasi digital yang dapat mempengaruhi sektor ini.
Selain itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) juga menyoroti pentingnya pemberdayaan kelompok lanjut usia. Pemberdayaan ini diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang produktif, sehingga membawa manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Pelaksana Tugas Kepala BKKBN, Sundoyo, menjelaskan bahwa bonus demografi yang saat ini dihadapi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menciptakan generasi lansia yang tangguh di masa depan.
Dari sisi pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan bahwa kesehatan peserta didik adalah faktor kunci dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Imran, Direktur SMP dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah menekankan perlunya pemenuhan status kesehatan peserta didik baik dari sisi fisik, psikologis, maupun sosial sebagai prasyarat utama untuk mencapai hal tersebut.
Di sisi lain, anggota DPR RI, Habib Idrus Salim Al Jufri, menekankan kepada pemerintahan baru yang akan datang agar memprioritaskan penciptaan lapangan kerja. Dalam pernyataan yang diungkapkan di Jakarta, ia mengingatkan pentingnya langkah ini di tengah maraknya kasus pemutusan hubungan kerja serta rendahnya daya beli masyarakat yang sudah berlangsung selama lima bulan terakhir.
Akhirnya, pada acara *Religion Festival* yang berlangsung di Jiexpo Kemayoran, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membagikan empat hal baru yang menjadi karakteristik penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun 1445 Hijriah atau 2024 Masehi. Dalam presentasinya, ia mengungkapkan bahwa transformasi yang dilakukan oleh Kementerian Agama sangatlah signifikan dan diakui oleh berbagai pemangku kepentingan, menunjukkan inovasi dalam layanan haji yang memiliki dampak positif.
ANTARA
Peran Jaminan Sosial, Pemberdayaan Lansia, dan Haji 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







