JAKARTA –
**Borneonews - Shanghai**, Novak Djokovic kembali menorehkan prestasi dengan berhasil melaju ke perempat final *Shanghai Masters* untuk yang kesepuluh kalinya. Dalam pertandingan yang berlangsung, Djokovik berhasil mengalahkan Roman Safiullin dengan skor 6-3, 6-2. Kemenangan ini mengukuhkan langkahnya dalam perjuangan meraih gelar ke-100 di level tur. Sebagai seorang pemegang rekor juara empat kali, Djokovic dituntut untuk bekerja keras agar dapat memastikan kemenangannya. Jika ia berhasil meraih trofi di Shanghai, Djokovic akan menjadi atlet ketiga dalam era *Open* yang mencapai pencapaian tersebut, menyusul nama-nama besar seperti Jimmy Connors dan Roger Federer. Djokovic mengungkapkan rasa puasnya atas performanya dalam beberapa pertandingan terakhir. "Melihat pertandingan saya beberapa malam terakhir, mungkin ini adalah salah satu yang terbaik. Saya hanya menikmati waktu saya di lapangan," ujarnya, sebagaimana dilaporkan oleh pihak ATP. Ia menambahkan bahwa perasaan bahagia saat bermain memberikan kegembiraan tersendiri ketika memukul bola tenis. “Perasaan yang saya alami di lapangan tenis adalah salah satu alasan saya terus berkarir dan bersaing. Saya yakin dapat bermain di tingkat tinggi. Sekarang, tugas saya adalah mempertahankan konsistensi tersebut sambil tetap menikmati waktu di luar lapangan,” kata petenis asal Serbia ini. Dengan kemenangan ini, catatan menangnya meningkat menjadi 35-8 di musim ini. Dalam pertandingan melawan Safiullin, Djokovic menampilkan ketahanan yang mengesankan dengan menyelamatkan seluruh *break point* yang dihadapinya, berdasarkan statistik dari ATP. Setelah berhasil memperpanjang rekor kemenangannya di turnamen, Djokovic kini bersiap menghadapi Jakub Mensik, petenis muda dari Ceko yang berhasil meraih kemenangan atas Grigor Dimitrov dengan skor 6-3, 3-6, 6-4. Mensik, yang baru berusia 19 tahun, kini menjadi perempat finalis termuda dalam sejarah turnamen Shanghai dan sudah mencatatkan empat kemenangan beruntun melawan petenis di ranking Top 10. Dalam pertandingan melawan Djokovic, ia akan menghadapi tantangan besar. Safiullin menunjukkan semangat yang membanggakan pada awal pertandingan, melesatkan *forehand* tepat di garis untuk menyelamatkan *break point* di gim kedua. Sayangnya, ia tidak mampu mengkonversi dua peluang *break* yang ia miliki di gim kelima, sementara Djokovic dengan tenang keluar dari situasi sulit. Djokovic, yang telah meraih 40 gelar ATP Masters 1000, tetap menunjukkan dominasi dalam pertandingan ini. Dia memanfaatkan kesalahan dari Safiullin di gim kedelapan untuk mendapatkan keunggulan lebih. Set kedua berjalan lebih mudah bagi Djokovic, di mana ia berhasil melakukan dua kali *break* sebelum menuntaskan pertandingan. Saat ini, Djokovic menduduki posisi kedelapan dalam *ATP Live Race To Turin*. Penampilannya yang impressif di Shanghai ini akan semakin meningkatkan peluangnya untuk mengamankan tiket ke ATP Finals, di mana ia berupaya untuk memperpanjang rekor tujuh gelar yang pernah diraihnya. ANTARA