SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pasangan Halikinnor-Irawati terus menunjukkan komitmen mereka dalam mengatasi berbagai masalah sosial, salah satunya pengangguran di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Salah satu terobosan yang direncanakan adalah melalui program Sampit Youth Creative Center, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memfasilitasi kaum muda dalam karir.

Program ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap masalah pengangguran, terutama di kalangan generasi muda yang sering kali kesulitan menemukan akses informasi terkait pekerjaan.

"Kita beberapa kali telah melakukan audiensi, bertemu, dan berdiskusi dengan anak muda. Permasalahan utamanya adalah karir. Oleh sebab itu, dari permasalahan ini kami akan memberikan solusi dengan memfasilitasi kawan-kawan semua melalui program Sampit Youth Creative Center," kata Ketua Tim Pemenangan HARATI, Angga Aditya Nugraha.

Hal itu ia sampaikan saat kegiatan ngobrol santai bersama relawan muda Harati Kecamatan Kota Besi di sebuah Cafe, Rabu malam, 9 Oktober 2024.

Program Sampit Youth Creative Center ini dikembangkan dalam bentuk aplikasi yang menyediakan informasi terkait lowongan kerja dan rekrutmen, baik di sektor swasta maupun lainnya.

Menurut legislator muda tersebut, aplikasi ini akan mempermudah akses masyarakat, khususnya kaum muda untuk mendapatkan informasi karir yang relevan dan terbuka untuk semua kalangan.

"Ini merupakan langkah besar untuk memberikan fasilitas kerja bagi masyarakat dan kaum intelektual," tambahnya.

Angga menekankan, salah satu keunggulan dari Sampit Youth Creative Center adalah keterbukaan informasi. Dengan aplikasi ini, seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat dengan mudah mengakses informasi mengenai peluang kerja yang ada.

"Harapan besar kami adalah memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya kaum muda, agar mereka bisa lebih mudah menemukan kesempatan kerja yang sesuai," ujarnya.

Sampit Youth Creative Center diharapkan tidak hanya membantu mengurangi angka pengangguran, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing generasi muda di daerah ini.

"Kami ingin mendorong kaum muda untuk lebih percaya diri dan berdaya saing di dunia kerja, baik di tingkat lokal maupun nasional," ungkapnya.

Dengan adanya terobosan ini, Halikinnor-Irawati berharap dapat menciptakan perubahan positif bagi masa depan generasi muda di Kotim, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam upaya mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut. (DEWI PATMALASARI/R)