JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengungkapkan rencana untuk melibatkan elemen *cyber* dan *drone* dalam latihan Angkasa Yudha yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dalam upaya meningkatkan efektivitas latihan, Tonny menegaskan bahwa TNI Angkatan Udara berkomitmen untuk mengeksplorasi integrasi teknologi modern, khususnya dalam penggunaan *Unmanned Aerial Vehicles* (UAV) atau pesawat tanpa awak. Di dalam kesempatan ini, ia berharap adanya perbaikan doktrin yang berkaitan dengan penggunaan *drone* dalam berbagai skenario latihan. Saat memimpin rapat persiapan latihan Angkasa Yudha yang berlangsung di Markas Besar Angkatan Udara Cilangkap, Jakarta Timur, Tonny menjelaskan pentingnya pelatihan dalam bidang *cyber* dan *drone*. Ia menyatakan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian personel dalam mengidentifikasi ancaman serta menganalisis kelemahan lawan menggunakan teknologi terkini. Dengan penguasaan keterampilan tersebut, Tonny optimis bahwa personel TNI Angkatan Udara akan lebih siap menghadapi potensi ancaman siber yang dapat memengaruhi stabilitas negara. Selain fokus pada pelatihan teknis dalam aspek *cyber* dan *drone*, juga akan dilaksanakan latihan fisik yang melibatkan berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) milik TNI Angkatan Udara. Dalam persiapan untuk latihan tersebut, Tonny menekankan pentingnya keselamatan dan keamanan bagi seluruh personel yang terlibat. Ia juga mengarahkan jajarannya untuk mendokumentasikan setiap tahap latihan, agar dapat dilakukan evaluasi terhadap metode yang diterapkan. Hal ini penting guna meningkatkan efektivitas latihan di masa mendatang. Sebagai informasi tambahan, TNI Angkatan Udara telah melakukan penyesuaian dengan teknologi yang terus berkembang untuk memperkuat sistem pertahanan negara. Salah satu langkah yang telah diambil adalah pembentukan skuadron *drone*. Saat ini, TNI Angkatan Udara memiliki dua skadron *drone*, yakni Skuadron Udara 51 yang bertempat di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, dan Skuadron Udara 52 di Lanud Raden Sadjad, Kepulauan Natuna. ANTARA