**Borneonews - Jakarta**, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah resmi memperpanjang kerja sama dengan Regional Cooperative Agreement Regional Office (RCARO) untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang nuklir di Indonesia. Kerja sama ini dilaksanakan dengan format *desk to desk* dan berfokus pada pengembangan riset, proyek pelatihan, serta kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir.
RCARO merupakan suatu lembaga regional yang berada di bawah payung International Atomic Energy Agency (IAEA), berfungsi sebagai kantor bagi Perjanjian Kerja Sama Regional (RCA). Perpanjangan kerja sama ini telah ditandatangani oleh Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Mego Pinandito, dan Direktur RCARO, Dae-Ki KIM, di Vienna, Austria, beberapa waktu yang lalu.
Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN, Syaiful Bakhri, menyatakan bahwa perjanjian ini memberi dampak positif bagi kedua pihak yang terlibat. Perjanjian kerjasama ini menjadi dasar bagi kedua belah pihak untuk melanjutkan kolaborasi yang sudah ada, tuturnya dengan optimis.
Lebih lanjut, Syaiful menjelaskan bahwa tujuan dari perpanjangan kerja sama ini adalah untuk memperkuat saluran komunikasi antara BRIN dan lembaga ketenaganukliran di Korea Selatan. Ini diharapkan dapat mendukung pengembangan SDM serta memajukan penelitian di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia.
Dia juga menekankan pentingnya adanya *letter of intent* (LoI) dengan RCARO, yang markas besarnya terletak di Korea Selatan. Langkah ini akan membantu mempermudah komunikasi antara pemerintah Indonesia, dalam hal ini BRIN, dengan institusi terkait nuklir di Korea Selatan, khususnya untuk proyek-proyek di sektor nuklir seperti pengembangan siklotron, serta revitalisasi reaktor riset. Syaiful juga menyebutkan inisiatif dekontaminasi gedung yang berfungsi untuk produksi radioisotop dan radiofarmaka di KST B.J. Habibie di Serpong, Tangerang Selatan.
Di sisi lain, Totti Tjiptosumirat, yang menjabat sebagai Technical Cooperation National Liaison Officer (NLO) Indonesia untuk IAEA, memberikan apresiasi terhadap kontribusi RCARO dalam upaya meningkatkan kapasitas SDM di Indonesia dalam bidang nuklir. Dia menyampaikan terima kasih kepada RCARO yang telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada (UGM) serta sivitas BRIN untuk melanjutkan studi mereka di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST).
Totti juga mencatat bahwa selama periode kerja sama 2023 hingga 2024, BRIN dan RCARO telah merencanakan berbagai pelatihan, termasuk lokakarya, *joint meeting*, dan juga *fellowship programme*. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya membuka peluang pendidikan, tetapi juga memungkinkan SDM di sektor nuklir Indonesia untuk mendapat kesempatan memperoleh beasiswa dari berbagai institusi ketenaganukliran di Korea Selatan.
Dengan adanya kerja sama ini, kami juga mendapatkan tawaran untuk beasiswa Regional Cooperative Agreement (RCA) dari KEPCO International Graduate School (KINGS) yang ditujukan untuk program magister pada tahun 2025, ujar Totti menambahkan harapannya tentang masa depan peningkatan kapasitas SDM nuklir di Indonesia.
ANTARA
BRIN Perpanjang Kerja Sama dengan RCARO untuk Pembangunan SDM Nuklir
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







