**Borneonews - Jakarta**, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada pagi hari Kamis, sejalan dengan tren positif yang terlihat pada bursa saham di kawasan Asia serta secara global.
IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 0,58 poin atau setara dengan 0,01 persen, mencapai posisi 7.501,87. Sementara itu, Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga menunjukkan tren naik dengan tambahan 0,07 poin atau 0,01 persen dan berada di level 931,20.
Menurut analisis yang disampaikan oleh Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas, ada ekspektasi bahwa IHSG akan mengalami pelemahan lebih lanjut dalam perdagangan hari ini. Hal ini dipicu oleh risiko fluktuasi pada harga komoditas energi, yang tampaknya terkait erat dengan hasil pertemuan antara pemerintah Israel dan Amerika Serikat (AS) di Washington DC. Eskalasi konflik geografis di Timur Tengah menjadi faktor yang mempengaruhi pasar secara signifikan.
Selain itu, pelaku pasar diharapkan mencermati rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) dan IHK Inti (yang mengecualikan makanan dan energi) yang akan diumumkan oleh AS malam ini. Data ini sangat dinantikan, karena diperkirakan akan menunjukkan penurunan dan memberi kejelasan bagi Federal Reserve (Fed) yang lebih fokus dalam melindungi pasar tenaga kerja.
Dari sisi domestik, terdapat harapan untuk penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) yang sejalan dengan ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed di masa yang akan datang. Ini diharapkan dapat meredakan tekanan pada mata uang rupiah serta pada IHSG.
Di pasar AS, saham-saham di sektor teknologi menjadi pemimpin dalam rally, dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Amazon dan Apple mencatatkan kenaikan masing-masing lebih dari 1 persen. Sementara itu, Super Micro Computer melesat naik hingga 4 persen.
Optimisme investor tampak meningkat berkat penurunan harga minyak dan reli di sektor teknologi, yang membangkitkan harapan bahwa ekonomi dapat diarahkan ke *soft landing*. Hal ini diperkuat oleh laporan ketenagakerjaan AS sebelumnya yang menunjukkan adanya kekuatan berlanjut di pasar tenaga kerja.
Meskipun tren peningkatan semacam ini terlihat, pasar masih berpotensi menghadapi volatilitas yang lebih lanjut. Oktober, sebagai bulan yang historis, dikenal sebagai bulan yang seringkali bergejolak, utamanya menjelang pemilihan presiden di AS.
Pada pagi ini, bursa saham regional Asia juga menunjukkan performa yang positif, di mana Indeks Nikkei meningkat sebesar 97,19 poin atau 0,25 persen dan menembus level 39.375,19. Indeks Hang Seng melonjak hingga 512,72 poin atau 2,48 persen menuju level 21.149,96. Indeks Shanghai dan Straits Times pun mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 10,84 poin (0,33 persen) menjadi 3.269,70 serta 17,71 poin (0,49 persen) di level 3.613,37.
ANTARA
IHSG Menguat Seiring Kenaikan Bursa Asia dan Global di Oktober
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemkab Kobar Dorong Untama Jadi PTN dan Buka Fakultas Kedokteran
Acara Pemakaman di Gereja Yordania Diserang, Tujuh Orang Tewas
Kabut Asap Tebal Ganggu Penyeberangan Feri Mawar Kuala Kapuas
Pelaku Penggelapan Pajak Rp1,1 Miliar Diserahkan ke Jaksa
Tinggalkan HP di Saku Motor, Warga Kapuas Kehilangan Ponsel di Kawasan Masjid Agung Al Mukarram
Marc Marquez Raih Pole Position MotoGP Australia 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







