**Borneonews - Jakarta**, Wakil Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat, Abdul Wahid Alwi, menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi telah memberikan kontribusi yang signifikan kepada pemuda Indonesia melalui program beasiswa.
Dalam pertemuan dengan Imam Besar Masjid Nabawi, Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudhaify, di kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, ASEAN, dan Republik Demokratik Timor Leste, Faisal Abdullah H. Amodi, dia mengungkapkan bahwa raja-raja Arab Saudi telah berperan aktif dalam mendukung pendidikan pemuda Indonesia di berbagai universitas di Arab Saudi. Ia menekankan pentingnya dukungan tersebut karena membantu pemuda Indonesia untuk mengakses pendidikan berkualitas di negara tersebut.
Abdul Wahid juga menjelaskan bahwa hubungan saudara antara Indonesia dan Arab Saudi memiliki akar sejarah yang kuat. Dia menyebutkan bahwa pendiri Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz Al Saud, merupakan salah satu tokoh yang memberikan pengakuan kepada Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Hal ini menunjukkan betapa erat dan saling menguntungkan kolaborasi antar kedua negara.
Faisal Abdullah H. Amodi menambahkan bahwa kerja sama antara Arab Saudi dan Indonesia terus berkembang dengan baik. Kunjungan Imam Besar Masjid Nabawi sangat berarti, dan merupakan hasil arahan langsung dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud serta Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud. Duta Besar berharap hubungan ini akan terus berlanjut di masa mendatang.
Sementara itu, Syekh Ahmad mengingatkan bahwa Arab Saudi, sebagai tempat turunnya wahyu, berkomitmen untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang *rahmatan lil alamin*, yaitu agama yang mempromosikan kasih sayang, keadilan, dan kemanusiaan. Ia menekankan betapa pentingnya masyarakat Indonesia di hati masyarakat Saudi.
Imam Besar juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Dewan Dakwah dalam bidang pendidikan, dakwah, dan tarbiyah, berharap inisiatif ini dapat membantu memerangi kejahilan dan membawa masyarakat menuju cahaya pengetahuan.
Syekh Ahmad juga memberikan pesan penting tentang perlunya menjaga persatuan di antara umat Islam, menghindari perpecahan, serta menyebarkan kebenaran dan membawa kebaikan. Dia mengamati bahwa saat ini dunia mengalami tantangan akibat polaritas ekstrem, baik di sisi kanan maupun kiri, baik dalam cara pandang beragama maupun dalam ketidakpedulian terhadap agama.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa para dai memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan ajaran Islam yang moderat dan seimbang.
Imam Besar Masjid Nabawi dijadwalkan melakukan kunjungan ke Indonesia pada tanggal 8 hingga 11 Oktober 2024, dengan tujuan utama mempromosikan nilai-nilai keislaman yang toleran dan moderat. Kunjungan ini dilakukan atas perintah dan pengawasan Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan, Syek. Abdul Latif bin Abdul Aziz Al-Syaikh, untuk menggaungkan pesan dari dua masjid suci, serta memperkuat kerja sama antara Kerajaan Saudi dan negara-negara Islam dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi, keseimbangan, dan toleransi.
ANTARA
Arab Saudi Berikan Beasiswa untuk Pemuda Indonesia, Perkuat Kerja Sama
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Komentar (0)
Memuat komentar…







