**Borneonews - Vientiane** Para pemimpin ASEAN dijadwalkan untuk melakukan diskusi mendalam mengenai krisis di Myanmar, konflik yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, serta ketegangan yang meningkat di wilayah Laut China Selatan. Pembahasan ini akan berlangsung dalam pertemuan tahunan ke-45 yang diadakan di Laos, sebagaimana disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand.
Menurut Nikondet Phalangkun, juru bicara kementerian tersebut, mayoritas waktu dalam KTT ini akan digunakan untuk membahas isu-isu geopolitik. Dari sekian banyak masalah internasional dan regional yang ada, ketiga isu tersebut menjadi fokus utama para pemimpin.
Dalam konteks krisis Myanmar, para pemimpin ASEAN telah sepakat untuk mendukung inisiatif Thailand yang berencana mengadakan konsultasi mengenai penyelesaian krisis tersebut pada bulan Desember mendatang. Pendekatan ini diharapkan bisa memberikan solusi demi stabilitas wilayah.
Berlanjut pada konflik Gaza, para pemimpin kembali menegaskan dukungan mereka terhadap solusi dua negara. Mereka menekankan pentingnya menyelesaikan perselisihan ini dengan cara damai, sebuah prinsip yang konsisten dengan pendirian sebelumnya.
Di sisi lain, ketegangan di Laut China Selatan, yang meningkat akibat sengketa wilayah antara China dengan Vietnam serta China dengan Filipina, juga menjadi sorotan. Para pemimpin ASEAN mendesak semua pihak untuk mematuhi norma hukum internasional yang terdapat dalam Konvensi PBB tentang Hukum Maritim yang diadopsi pada tahun 1982.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan bahwa perhatian besar diberikan terhadap posisi ASEAN di tengah konflik geopolitik yang melibatkan kekuatan besar dunia, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Para pemimpin sepakat bahwa mereka berada dalam situasi yang menantang, sehingga perlu untuk menjaga integritas dan memperkuat persatuan serta solidaritas di dalam asosiasi mereka.
KTT ini berlangsung mulai tanggal 6 hingga 11 Oktober di Vientiane, Laos. Tema utama pertemuan ini adalah *Mengembangkan Konektivitas dan Ketangguhan*, yang mencerminkan tantangan serta tujuan jangka panjang ASEAN dalam menciptakan kerjasama yang lebih baik antar negara anggotanya.
ANTARA
KTT ASEAN Bahas Krisis Myanmar, Konflik Gaza, dan Laut China Selatan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Komentar (0)
Memuat komentar…







