JAYAPURA –
**Borneonews - Sentani**, Kepolisian Resor (Polres) Jayapura tengah melakukan identifikasi penyebab terjadinya kebakaran yang melanda Sekolah Dasar (SD) YPK Marthen Luther di Sentani. Insiden kebakaran yang kedua kalinya ini terjadi pada Kamis dini hari. Sebelumnya, sekolah yang sama juga mengalami kebakaran pada 22 September, dan kebakaran terbaru ini mengakibatkan kerusakan yang tidak sedikit. Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Arrya Nusa Hendrawan, menjelaskan bahwa timnya telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (*TKP*) untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas tentang insiden tersebut. Dalam proses investigasi, ditemukan beberapa barang bukti yang mendukung analisis kepolisian, termasuk sebuah kabel yang telah terbakar dan rangka kipas angin yang hangus. Dari penyelidikan awal, pihak kepolisian menduga kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting listrik yang terjadi di ruang kelas IV A. Diduga, korsleting ini berasal dari sambungan kabel kipas angin dengan colokan listrik. Arrya juga menyampaikan bahwa lokasi kebakaran masih dalam status quo, menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari tim Laboratorium Forensik Polda Papua. Ia berharap masyarakat dapat mempercayakan penyelidikan ini kepada pihak kepolisian agar tidak muncul kesalahpahaman mengenai penyebab kebakaran yang terjadi di SD YPK Marthen Luther. Akibat kebakaran ini, beberapa gedung dan ruangan kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah, yang tentunya menimbulkan kerugian material yang cukup signifikan bagi pihak sekolah. Menurut keterangan sejumlah warga, api pertama kali terlihat membesar dari salah satu ruang di dalam gedung. Dengan cepat, api merambat ke ruang-ruang lainnya, termasuk ke bagian kelas di sebelah timur. Salah seorang saksi, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa api tampak berasal dari sisi barat gedung sekolah. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada kepastian mengenai penyebab kebakaran ini, meskipun api terlihat jelas dari bagian tersebut. Petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Jayapura segera diterjunkan ke lokasi untuk mengatasi situasi setelah kebakaran dilaporkan. Saksi lainnya, Yakonias, mengingatkan bahwa ini bukan pertama kalinya musibah kebakaran melanda area sekolah tersebut. Sekitar dua minggu yang lalu, dua gedung di bagian belakang sekolah juga hangus terbakar meski dapat dipadamkan dalam waktu lebih dari dua jam. Warga setempat juga turut membantu dalam upaya pemadaman api dan mengeluarkan perabotan seperti kursi dan meja dari beberapa ruangan kelas yang terancam. Kejadian ini menunjukkan solidaritas masyarakat terhadap situasi darurat yang dihadapi oleh sekolah. ANTARA