**Borneonews - Sleman**, Pemerintah Kabupaten Sleman yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam menangani permasalahan sampah secara komprehensif. Penanganan ini dimulai dari hulu, yaitu sumber produksi sampah, hingga ke hilir yang melibatkan pengolahan dan pembuangan akhir.
Kusno Wibowo, Penjabat Sementara Bupati Sleman, menyampaikan bahwa upaya untuk mengelola sampah ini melibatkan berbagai pihak dan dimulai dari edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi mengenai pengolahan sampah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga agar dapat melakukan pemilahan sampah secara mandiri, antara sampah organik dan anorganik.
Sampah organik yang dihasilkan di tingkat rumah tangga akan diolah langsung oleh masyarakat, sementara sampah non-organik akan dibawa ke tempat pengolahan yang telah ditentukan, seperti Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce-Reuse-Recycle). Saat ini, Sleman telah memiliki beberapa lokasi seperti TPST Tamanmartani dan TPST Sendangsari. Selain itu, terdapat juga rencana pembangunan TPST Donokerto dan TPST Gamping yang masih dalam tahap perencanaan.
Kusno menegaskan pentingnya kemitraan dengan berbagai pihak dalam menyelesaikan permasalahan ini. Kerja sama dengan perusahaan, baik swasta maupun pemerintah, menjadi salah satu strategi efektif dalam mengatasi masalah sampah. Hal ini termasuk dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diperoleh melalui kolaborasi dengan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sleman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, mengungkapkan pencapaian signifikan dalam pengelolaan sampah hingga Juni 2024. Sleman berhasil menangani sekitar 104,4 ton sampah per hari melalui tempat pengolahan yang ada, termasuk TPST yang dikelola bersama Universitas Gadjah Mada (UGM). Dengan upaya tersebut, pemerintah daerah dapat mengelola 43 persen dari total sampah yang dihasilkan wilayah Sleman.
Ke depan, Pemkab Sleman berencana untuk melakukan pembangunan TPST Gamping serta mengoptimalkan TPS 3R dan sejumlah depo transfer. Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah hingga mampu melayani 141 ton timbunan sampah per hari pada tahun 2025.
Dengan komitmen yang jelas dan upaya kolaboratif, diharapkan masalah sampah di Sleman dapat teratasi secara lebih efektif dan berkelanjutan.
ANTARA
Sleman Tegaskan Komitmen Mengolah Sampah dari Hulu ke Hilir
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemensos Tunggu Data Pemda terkait Bantuan Korban Karhutla
SMAN 3 Kasongan Siapkan Pembelajaran Lebih Interaktif
Berangkat dari Pengetahuan Warga Kinipan, Enam Siswa di Kalteng Teliti Bobah Bebara
Satresnarkoba Polres Seruyan Tangkap Pengedar Sabu di Rungau Raya, 14 Paket Disita
Kemenpar Harap Sepak Bola Sebagai Sport Tourism Promosikan Pariwisata
DPKP Tingkatkan Pemantauan Kesehatan Hewan di Tengah Ancaman Kabut Asap
Komentar (0)
Memuat komentar…







