**Borneonews - Solo**, Pelatih tim nasional basket kursi roda Indonesia, Efri Meldi, menilai terdapat banyak calon pemain berbakat dalam cabang olahraga tersebut pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang akan dilaksanakan di Solo pada tahun 2024. Identifikasi pemain berbakat ini menjadi langkah awal dalam pengembangan tim yang lebih kompetitif.
Efri Meldi menekankan bahwa meskipun ada banyak potensi, masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama terkait dengan keterampilan individu para pemain. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan pentingnya penguasaan *fundamentals* dan kemampuan individual, mengingat kompetisi yang dihadapi oleh timnas Indonesia, khususnya Thailand, yang sudah memiliki pengalaman dalam bermain dengan pendekatan taktik dan strategi yang terstruktur.
"Saya melihat Thailand sudah berada pada level yang berbeda, dan ini bisa jadi tantangan tersendiri bagi kita untuk menerapkan strategi yang efektif. Ini mungkin akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk membangun dan menginstal *strategi* yang tepat," ungkapnya.
Efri Meldi juga menyoroti pentingnya menemukan pemain dengan kategori klasifikasi yang sesuai, khususnya mereka yang memiliki potensi fisik yang baik. Ia percaya bahwa dengan pelatihan yang tepat, kemampuan taktik dan strategi pemain ini masih bisa terus ditingkatkan.
Dalam rangkaian Pekan Paralimpiade Nasional 2024, tim basket kursi roda Indonesia akan mengadakan pertandingan ekshibisi melawan tim Thailand, yang dijadwalkan berlangsung di GOR Sritex Arena, Solo, pada hari Rabu. Ini menjadi kesempatan bagi tim untuk mendapatkan pengalaman dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih besar.
Efri Meldi, yang sebelumnya merupakan pelatih tim profesional, kini mengemban tugas baru sebagai pelatih basket kursi roda. Ia mengakui bahwa tantangan ini tidaklah mudah, terutama dalam hal komunikasi dengan para pemain, yang memang berbeda dengan pendekatan saat melatih basket konvensional. Meskipun demikian, ia percaya bahwa strategi dan taktik dalam permainan memiliki kesamaan inti.
"Ini adalah tantangan baru bagi saya, dan saya harus beradaptasi. Saya perlu lebih dekat dengan pemain serta memotivasi mereka. Target kami jelas, yaitu meraih medali. Jika tidak bisa mengejar Thailand yang memang hebat, setidaknya kami berupaya memperoleh medali perak. Yang terpenting, saya ingin belajar menjadi pelatih yang baik bagi mereka," tambah Efri Meldi.
Ke depannya, Efri Meldi berencana untuk merumuskan susunan pemain yang akan disiapkan menuju Asean Para Games 2025 di Thailand. Persiapan tersebut akan dimulai dengan pemusatan latihan yang direncanakan akan berlangsung di Solo pada bulan Januari 2025. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan tim basket kursi roda Indonesia dapat menunjukkan performa yang lebih baik dan kompetitif di arena internasional.
ANTARA
Efri Meldi temukan potensi pemain basket kursi roda di Peparnas 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Rumah di Desa Kujan Berhasil Dipadamkan
OJK Edukasi 400 Peserta soal Investasi hingga Kejahatan Keuangan Digital
Boccia Rebut Emas ke-15 Bagi Kontingen Indonesia
Kodam XXII Tambun Bungai Bersama Bobon Santoso Sajikan 4.000 Porsi Makanan untuk Relawan Karhutla di Tumbang Nusa
Mario Aji Start P12 di Moto2 Australia
Gubernur Kalteng Tegaskan Komitmen Siapkan Fasilitas Kesehatan Warga Terdampak Kabut Asap
Komentar (0)
Memuat komentar…







