SAMARINDA –
**Borneonews - Tenggarong**, Satuan Tugas Tentara Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke-122 yang beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menunjukkan komitmen tinggi dalam pembangunan infrastruktur pertanian. Meskipun cuaca saat ini didominasi oleh hujan, mereka tetap melanjutkan proyek pembangunan jalan dan jembatan dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut. Dalam kegiatan ini, anggota Satgas TMMD, Serka Suhandoyo, menyatakan bahwa mereka terus berupaya memperbaiki dan membangun jalan, bahkan dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. “Kami terus melaksanakan perbaikan jalan dan pembangunan meski musim hujan sudah tiba. Semangat kami tidak surut,” ungkapnya saat berada di Kerta Buana. TMMD ke-122 yang diinisiasi oleh Kodim 0906/Kukar dipusatkan di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang. Pilihan lokasi ini didasarkan pada sifat desa yang merupakan salah satu sentra pertanian yang produktif, namun masih memiliki keterbatasan dalam hal sarana dan prasarana. Desa Kerta Buana memiliki sekitar 396 petak sawah yang produktif, belum termasuk area perkebunan lainnya. Selama ini, produksi padi di desa tersebut sangat tergantung pada curah hujan. Dengan adanya TMMD, diharapkan kondisi ini dapat berubah, karena program ini tidak hanya fokus pada pembangunan jalan dan jembatan, melainkan juga infrastruktur irigasi yang sangat penting untuk meningkatkan hasil pertanian. Di antara berbagai proyek fisik yang dilaksanakan, terdapat peningkatan jalan usaha tani sepanjang 3.200 meter, pembangunan 12 unit jembatan penghubung, 14 jenis gorong-gorong, serta pembuatan satu unit bendungan untuk irigasi. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat. Selain itu, ada beberapa tujuan tambahan dalam program ini, di antaranya pembangunan tiga unit sumur bor yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat, empat unit sumur bor untuk kepentingan pertanian, dan rehabilitasi tiga unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni. “Pembangunan infrastruktur pertanian, termasuk jembatan, diharapkan dapat memudahkan para petani yang selama ini mengalami kesulitan dalam mendistribusikan hasil pertanian mereka. Keterlibatan aktif warga juga sangat penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program ini,” tambahnya. Ikrar untuk kerja sama sangat terlihat di lapangan, di mana warga desa dan anggota kelompok tani turut antusias membantu prajurit TNI dalam setiap kegiatan. Salah satu contohnya adalah pembuatan jembatan berukuran 4×2 meter di daerah Bedugul, yang juga berada dalam wilayah Desa Kerta Buana. Di sisi lain, di Dusun Rapa Rejo RT 6 yang juga berada di Desa Kerta Buana, Satgas TMMD ke-122 melaksanakan pembongkaran jembatan lama yang sudah tidak layak pakai. Jembatan tersebut turut menggambarkan penurunan fungsi yang signifikan, sehingga perlu diganti dengan struktur baru yang lebih memadai demi keselamatan dan kelancaran transportasi hasil pertanian. ANTARA