SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, SMAN 5 Surabaya menyelenggarakan diskusi interaktif bertajuk "Support Our Soul, Smala 2024" guna memperkuat karakter generasi Z serta memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia pada hari Kamis. Dalam acara ini, dihadirkan sejumlah narasumber, termasuk motivator, perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), dan kepolisian. Ketua Komite SMAN 5 Surabaya, Yuni Rahayuningtias, menyatakan bahwa saat ini banyak kasus kekerasan di lingkungan sekolah dan banyak anak yang tidak memiliki mental yang kuat. Oleh karena itu, komite bekerjasama dengan pengurus kelas dan pihak sekolah mengadakan bincang wicara yang berfokus pada pembentukan karakter siswa bertepatan dengan peringatan hari penting ini. Ia menjelaskan bahwa dengan menghadirkan para profesional, siswa dapat memahami peraturan yang ditetapkan oleh kepolisian dan BNN, serta mendapatkan panduan tentang cara membangun mental yang kuat dari motivator. Harapannya, orang tua dan pihak sekolah dapat berkolaborasi dalam mendukung pembentukan karakter dan mental yang baik pada anak-anak sehingga mereka dapat mencapai kesuksesan di masa depan. Komite merencanakan untuk menyelenggarakan acara sejenis setiap tahun, mengingat kesehatan mental merupakan isu penting bagi para siswa, khususnya generasi yang kini dikenal sebagai Gen Z. Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Surabaya-Sidoarjo, Kiswanto, menekankan bahwa kegiatan yang berfokus pada pembangunan karakter anak adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh semua sekolah. Kiswanto juga menambahkan bahwa tidak hanya siswa, namun guru dan kepala sekolah harus sama-sama mengedepankan pembentukan karakter yang baik. Hal ini dianggap penting agar proses pendidikan akademik dapat berlangsung dengan optimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi siswa. Ia menekankan pentingnya mendidik siswa dengan prioritas pada pengembangan karakter sebelum meneruskan pada aspek kecerdasan akal, karena karakter yang baik akan memudahkan proses belajar. Diharapkan, sekolah-sekolah lain juga dapat mengadakan kegiatan serupa yang dapat membantu dalam pembentukan karakter siswa, dengan menekankan pembiasaan di kelas. Dukungan dari komite sangat diharapkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif di sekolah. Kepala SMAN 5 Surabaya, Sukirin Wikanto, menyatakan bahwa pembentukan karakter merupakan fokus utama di sekolah ini, sehingga kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas X, XI, dan XII. Perwakilan orang tua dari setiap kelas juga hadir untuk turut serta dalam menambah wawasan mengenai karakter perkembangan siswa saat ini. Sukirin menekankan bahwa pengembangan karakter adalah prioritas di SMAN 5, sebab siswa tidak hanya dibentuk dalam aspek akademik saja. Oleh karena itu, berbagai pihak dilibatkan dalam membantu proses ini, mengingat anak-anak sering kali membutuhkan pengingat untuk tetap pada jalur yang benar. Kegiatan pembentukan karakter ini telah direncanakan sejak awal tahun ajaran, dan dapat terlaksana berkat dukungan dari komite. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak akan mendapatkan pemahaman yang baik tentang cara membangun kepribadian yang positif serta mengetahui hukum dan konsekuensi dari tindakan mereka. ANTARA